| Senin, 20 Februari 2006 | MURIA |
Manajemen RS Soewondo Datangkan Montir
PATI- Angin lisus yang ''mengamuk'' di Kota Pati, Jumat lalu, ternyata merepotkan pihak manajemen RS RAA Soewondo Pati. Sebab, pengelola rumah sakit itu terpaksa mendatangkan montir dari Bengkel Varia Motor. Tujuannya, untuk menghitung biaya kerusakan puluhan sepeda motor pengunjung yang tertimpa reruntuhan bangunan los tempat parkir. Bangunan itu roboh setelah disapu angin lisus, Jumat petang. Selama ini, los parkir di RS RAA Soewondo dikelola oleh Karang Taruna Desa Kutoharjo, Kecamatan Kota Pati. Sabtu (19/2), para pemilik, karang taruna, dibantu Yang menjalankan tugas (Ymt) Kepala Kantor Satpol PP, Pudji ''Banggok'' Priyono SH mencoba menginventarisasi kerusakan kendaraan para pengunjung rumah sakit tersebut. Sementara, pihak RS RAA Soewondo proaktif dengan mendatangkan tenaga dari Bengkel Varia Motor. Meskipun berjalan alot, karena pemilik motor meminta ganti rugi, akhirnya dalam musyawarah itu dicapai kesepakatan yakni cukup dibantu perbaikannya. Karena itu, kata Pudji, untuk keperluan tersebut pihak pengelola mengajukan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Sebab, sesuai dengan pengecekan pihak bengkel, tingkat kerusakan 76 buah motor pengunjung itu berbeda antara yang satu dan lainnya. Secara keseluruhan, biaya perbaikan ditaksir Rp 22,5 juta. Biaya sebesar itu baru untuk perbaikan dan mengganti bagian yang rusak, seperti lampu depan, kaca spion, dan speedometer yang pecah. Bila ditambah ongkos perbaikan seluruhnya, menghabiskan biaya lebih dari Rp 25 juta. Pihak pengelola parkir juga memberi kesempatan kepada pemilik motor untuk memperbaiki di bengkel lain. ''Namun, biaya perbaikan sesuai yang ditaksir oleh bengkel yang ditunjuk pengelola,'' ujarnya. Lima Luka Karena itu, kata dia, untuk perbaikan motor yang rusak akan dimulai Senin (20/2) ini, bertempat di balai desa. Karena banyak pemilik yang ingin motornya segera digunakan lagi, di antara mereka membawa ke bengkel lain. Terlepas dari masalah tersebut, pengelola tidak bisa mencegah. Yang penting, upaya perbaikan motor yang rusak tidak ada masalah. Meski, sekadar diberi bantuan biaya perbaikan. Kalau meminta ganti rugi, jelas tidak mungkin. Sebab, kejadian tersebut bukan akibat adanya unsur kesengajaan, melainkan murni musibah bencana alam. Maka termasuk lima orang yang luka-luka dan harus berobat di rumah sakit, tentu perlu pemikiran. Mereka yang luka antara lain juru parkir, Yasin, warga Kutoharjo. Empat penderita lain, yaitu Maulana, warga Godo, Kecamatan Winong; Kustaryati asal Kramat, Kudus; Wiji dan Suryati, warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Khusus yang disebut terakhir, menderita patah tulang kaki kanan. Mereka yang luka-luka itu terkena benturan saat menitipkan motornya. (ad-15s) |