logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Februari 2006 SEMARANG
Line

Tahapan Pilwalkot Salatiga Terancam Molor

  • Dana KPUD Belum Dikucurkan

SALATIGA - Kegiatan tahapan pemilihan wali kota (pilwalkot) Salatiga, yang dimulai awal pekan depan, terancam tidak dapat dilaksanakan seperti yang diharapkan. Sebab, dana pilwalkot yang diusulkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Salatiga dalam APBD 2006 Kota Salatiga sebesar Rp 2,9 miliar belum juga dicairkan.

"Meski demikian, KPUD bertekad tetap melaksanakan tahapan tersebut apa adanya tanpa mendapat dukungan dana tersebut cair. Sebab, hal itu sudah menjadi tanggung jawab KPUD untuk melaksanakannya," kata Anggota KPUD, H Fauzi M Arkan SAg MAg, kemarin.

Fauzi mengatakan hal itu di sela-sela penjelasan teknis pendaftaran pasangan cawalkot di ruang sidang Pemkot Salatiga, Jumat (17/2). Menurut Fauzi, belum cairnya dana tersebut sangat mengganggu operasional kegiatan KPUD dalam memulai tahapan pilwalkot. Sebab, selain untuk operasional, awal pekan ini Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) telah dilantik dan memulai kegiatan serta membentuk sekretariat masing-masing.

KPUD, kata dia, segera mengumumkan pembukaan pendaftaran cawalkot. Untuk mengumumkan hal itu membutuhkan dana tidak sedikit.

Apakah belum cairnya dana dapat mengakibatkan mundurnya keseluruhan kegiatan, Fauzi berharap hal itu tidak sampai terjadi. Diakuinya, KPUD telah menemui Wali Kota dan DPRD untuk membahas persoalan anggaran, tetapi belum ada sinyal jelas tentang rencana pengucuran dana pilwalkot tersebut.

Desk Pilkada

Dia menjelaskan, Ketua DPRD akan menyelesaikan pembahasan APBD agar segera digedok. Namun, jika pencairan belum mendapat kepastian, dia akan menyampaikan hal itu ke Desk Pilkada. "Desk Pilkada salah satu tugasnya sebagai fasilitator jika ada masalah antara KPUD dengan DPRD. Bisa jadi laporan akan sampai ke Gubernur, sehingga segera memerintahkan pencairan dana untuk kepentingan pilwalkot," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPUD belum mendapatkan kepastian jumlah anggaran yang disetujui dari usulan sebesar Rp 2,9 miliar. Sebab, pembahasan APBD 2006 Salatiga di DPRD belum selesai dan digedok. KPUD sudah bertemu dengan Wali Kota, beberapa waktu lalu, dan diminta membuat anggaran per bulan berdasarkan kebutuhan kegiatan operasional.

Ketua KPUD Kota Salatiga, KH Tamam Qaulani, mengibaratkan lembaga yang dipimpinnya itu sebuah mobil. "Kalau bensinnya tidak disediakan ya tidak jalan. Jika bensinnya tidak cukup, ya apa yang dilakukan hanya sampai di situ saja," ujarnya. (H2-37h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA