logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Februari 2006 SEMARANG
Line

Warga Turusan Minta COP Tak Dilanjutkan

  • Timbulkan Perpecahan

SALATIGA - Takmir Masjid Nurul Huda Turusan, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Salatiga, meminta kepada Yayasan Percik tidak melanjutkan program Community Oriented Policing (COP). Sebab, program yang dilaksanakan oleh yayasan yang berada di Kampoeng Percik Jalan Pattimura itu dinilai telah menimbulkan perpecahan antarwarga Turusan.

Ketua Takmir Masjid Nurul Huda, H Akhmad Suwandi, mengatakan, program COP yang diprakarsai Percik telah menimbulkan perpecahan di dalam masyarakat, karena mengakibatkan pro-kontra di kalangan warga. "Warga masyarakat di Turusan sudah terganggu dengan program COP," katanya, kemarin.

Meski demikian, diakuinya, program tersebut telah membantu membuka pola pikir masyarakat menjadi lebih kritis dan membantu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya. Namun, program itu telah memecah kerukunan dan keharmonisan warga yang telah terjalin sebelumnya.

Suwandi juga mempersoalkan maksud program COP yang bertujuan mempererat hubungan antara masyarakat dengan polisi. Menurut penilaiannya, hubungan masyarakat dengan polisi sejauh ini baik-baik saja, sehingga dinilai tidak ada masalah. "Berbeda jika ada warga melakukan pelanggaran dan tindak pidana," terangnya.

Dia juga mempertanyakan pemberian uang dalam jumlah tertentu kepada anggota masyarakat yang mengikuti pertemuan kegiatan COP yang digelar Percik. Uang dalam jumlah tertentu itu diberikan kepada warga yang mengikuti rapat kelompok kerja (Pokja) COP. "Kami mempertanyakan dari mana uang tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Percik, Dr Pradjarta Dirdjosanjoto SH MA, menjelaskan, pihaknya telah mendengar dan menerima surat permohonan penghentian program COP dari Takmir Mesjid Nurul Huda Turusan. Menurutnya, surat itu akan dijadikan masukan bagi pokja, namun bukan berarti program tersebut akan langsung dihentikan.

Dia menjelaskan, dari hasil evaluasi Percik atas program COP yang berakhir Desember tahun lalu, diketahui ada sebagian masyarakat yang ingin program tersebut dilanjutkan. Justru program itu rencananya akan diperluas dan lebih difokuskan kegiatannya. "Surat dari Takmir Masjid Nurul Huda akan jadi masukan," ungkapnya. (H2-37h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA