logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Februari 2006 SEMARANG
Line

Warga Karangpasar Tunggu Bantuan Pemerintah

GROBOGAN - Warga Desa Karangpasar Kecamatan Tegowanu, Grobogan, yang menjadi korban angin lisus, saat ini mengharapkan kepedulian dari pemerintah. Mereka tertimpa bencana secara beruntun. Belum surut air yang menggenangi halaman rumah, tiba-tiba angin lisus menyapu daerah mereka.

"Air yang menggenangi desa kami mulai surut, tiba-tiba angin lisus merusak rumah kami," keluh Rio, warga Desa Karangpasar.

Sejak Sabtu (18/2) lalu, warga merapikan rumahnya. Mereka juga menyingkirkan pohon yang roboh. Hal senada dilakukan warga Desa Ringinharjo Kecamatan Gubug dan Desa Jambon Kecamatan Pulokulon.

Karena itu, warga sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah. Memang, Pemkab sudah memberikan bantuan berupa beras dan mi instan. Namun, yang paling dibutuhkan warga adalah normalisasi Sungai Jragung. Sebab, setiap musim hujan selalu banjir.

"Banjir yang melanda desa kami mengakibatkan gagal panen. Luas areal tanaman padi yang puso mencapai 150 hektare. Dengan demikian, total kerugian warga mencapai Rp 1 miliar lebih," terang jagabaya Desa Karangpasar itu.

Akan Dibantu

Asisten II Pemkab Grobogan Drs Nurhadi MM mengungkapkan, korban bencana angin topan akan segera dibantu. Bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan, seperti rumah roboh atau rusak parah. Karena itu, pihaknya memerintahkan Dinas Sosial dan Kesbanglinmas turun ke lapangan melakukan pendataan jumlah warga yang terkena musibah angin lisus. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai.

"Dana sudah cair. Namun, kami harus melihat kondisi kerusakannya terlebih dahulu," terangnya.

Dia menjelaskan, angin lisus terjadi karena anomali iklim. Selain itu, disebabkan oleh sebagian hutan di Kabupaten Grobogan yang gundul. Padahal, hutan berfungsi sebagai peresap air hujan dan penahan angin. Jika gundul, angin tidak terhalang pohon melainkan terhalang rumah. Akibatnya, terjadi bencana tersebut. Karena itu, perlu digalakkan reboisasi.

"Sebenarnya, kami sudah melakukan reboisasi di beberapa tempat. Hal ini akan terus kami lakukan," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, ratusan rumah yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Gubug, Tegowanu, dan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, diterpa lisus dan hujan deras, Jumat-Sabtu (17-18/2). Rumah bagian depan milik Purwono, warga Desa Karangpasar Kecamatan Tegowanu, rata dengan tanah. Selain itu, rumah milik Latini, warga Ringinharjo, Kecamatan Gubug, juga roboh. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Kendati demikian, total kerugian akibat bencana alam itu diperkirakan mencapai jutaan rupiah. (H3-37d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA