| Senin, 20 Februari 2006 | SEMARANG |
Gus Dur Kampanye Ajak Dukung Tafta-AsyiqDEMAK - Ketua Dewan Syuro DPP PKB versi Muktamar II Semarang, KH Abdurahman Wahid (Gus Dur), secara tegas mengajak warga Demak untuk memberikan dukungan dan mencoblos pasangan Calon Bupati Demak H Tafta Zani-KH Muhammad Asyiq pada pilkada 26 Februari mendatang. Ajakan itu disampaikan dalam kampanye putaran ketiga pasangan calon bupati nomor urut dua itu di dua tempat, yakni Laparangan Batursari, Mranggen, dan halaman Stadion Pancasila, Demak. Kehadiran Gus Dur di dua tempat itu menyedot perhatian ratusan ribu warga Kabupaten Demak, yang sebagian besar adalah warga nahdliyyin. "Saya tahu pasangan calon bupati Tafta-Asyiq adalah pasangan yang paling baik, yang akan membawa perubahan dan menyejahterakan rakyat Demak. Karena itu, saya mengajak semua warga Demak, baik warga PKB dan semua saja untuk mendukung Tafta-Asyiq," seru Gus Dur, yang langsung disambut teriakan yel-yel Tafta-Asyiq. Ketika Gus Dur berorasi, dia diapit kedua pasangan calon yang diusung PKB dan PK Sejahtera itu. Kehadirannya menjadi magnet yang mampu mendatangkan massa dalam jumlah sangat besar. Di Lapangan Batursari, kampanye yang berlangsung pukul 09:00 itu dihadiri massa yang memenuhi lapangan sepak bola hingga meluber ke jalan-jalan di sekitarnya. Sementara itu, di halaman Stadion Pancasila, massa juga tampak menyemut. Bahkan, dari Alun-alun hingga perbatasan Jl Sulan Fatah, masyarakat tumplek-blek di jalanan. Demikain pula di Jl Hadiwijoyo dan jalan-jalan tengah kota. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Semarang ataupun Kudus dialihkan melalui jalan lingkar. Kemacetan tetap terjadi lantaran banyak pendukung cabup tersebut yang berkelompok keliling kota. Selain dihadiri Gus Dur dan pasangan Tafta-Asyiq, kegiatan itu juga diikuti sejumlah kiai dari Kota Wali. Bahkan, 100 kiai yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Kiai Demak (Forsikade) membuat pernyataan sikap berisi dukungan. Menurut Gus Dur, dia perlu ikut berkampanye mendukung Tafta-Asyiq, karena melihat peranan pemerintah sangat penting untuk membangun kemajuan daerah. Keberadaan pemerintahan yang dipegang oleh figur yang bersih, yang memperjuangkan kesejahteraan rakyat, sama pentingnya dengan peran ulama. "Karena itulah saya perlu mendorong agar Demak dipimpin oleh orang yang baik, bersih, dan berwibawa," ujar mantan Ketua Umum PBNU tersebut. Jika mendengar materi kampanye yang selalu disampaikan Tafta, lanjut Gus Dur, berupa keinginan melakukan perubahan dalam rangka menyejahterakan warga. Di antaranya program kemudahan pemberian modal bagi pengusaha kecil, bagi rakyat, serta perbaikan jalan. Selama perjalanan masuk Demak, dia mendapati kondisi jalan yang rusak. "Tetapi, kerusakan jalan di daerah itu terjadi bukan karena goyangan Inul. Jalan rusak karena ada ketidakberesan. Kalau saya ditanya ketidakberesannya seperti apa, Anda semua tahu sendiri," ucap Gus Dur, yang langsung ditepuki tangan oleh massa. Tidak Terkecoh Mantan Presiden RI itu meminta warga tidak terkecoh oleh tawaran uang oleh calon tertentu ataupun tim suksesnya. Apalagi, kalau ada calon yang mengaku mendapat restu dan dukungan darinya. "Memang beberapa waktu lalu Endang Setyaningdyah dan Nurul Huda ke rumah saya meminta restu. Ya, boleh-boleh saja. Saya tetap berhubungan baik dengan Nurul Huda. Akan tetapi, dukungan saya tetap untuk pasangan Tafta-Asyiq, bukan kepada yang lain," tegas Gus Dur. "Jadi, tidak benar kalau ada yang mengatakan saya mendukung calon lain," imbuhnya. Selesai berorasi, Gus Dur menandatangani komitmen mendukung pasangan calon bupati bersih yang dituangkan dalam spanduk. Tanda tangan tersebut diikuti oleh para kiai dan tokoh masyarakat. Sementara itu, Ketua DPC PKB Demak, KH Maskuri Abdillah, mengatakan, kehadiran Gus Dur dalam kampanye pasangan calon bupati/calon wakil bupati H Tafta Zani-KH Muhammad Asyiq diperkirakan akan mengubah peta politik di Demak. Dukungan riil dari Gus Dur akan diikuti secara setia oleh warga daerah tersebut, yang mayoritas warga NU. (H1-37h) |