logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Februari 2006 SEMARANG
Line

25 Meter Daratan di Pantai Kendal Hilang

  • Akibat Abrasi Laut Jawa

KENDAL- Tingkat abrasi di kawasan Pantai Laut Jawa wilayah Kendal, sampai saat ini sangat mengkhawatirkan. Abrasi ke arah daratan diperkirakan mencapai 25 meter. "Dari pengamatan, 25 meter wilayah daratan di sepanjang kawasan pantai utara Kendal setiap tahunnya hilang akibat terkena abrasi ombak Laut Jawa. Selain disebabkan oleh ombak besar, abrasi juga terjadi karena rusaknya kawasan hutan mangrove di wilayah pantai utara Kendal, yang memiliki panjang sekitar 41,5 km," papar Kasubdin Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah (RLKT) Disbunhut Pemkab Kendal, Akhyan.

Dia menuturkan, rusaknya kawasan pantai akibat abrasi sangat sulit diperbaiki. "Laju antara kerusakan kawasan pantai dan upaya rehabilitasi lahan yang telah dilakukan, masih lebih cepat tingkat kerusakannya. Sejauh ini upaya rehabilitasi sebatas meminimalisasi tingkat kerusakan yang ada."

Meski demikian, urainya, rehabilitasi harus tetap dilakukan. "Upaya rehabilitasi melalui gerakan penghijauan (Gerhan) dilakukan oleh Kantor Pedalda dan Disbunhut, pada 2006 ini menurut rencana dilaksanakan pekan depan. Bantuan dari APBN untuk biaya penanaman sudah dikucurkan Rp 60 juta atau sekitar 40% dari total bantuan yang akan disalurkan," paparnya.

200 Ha

Dia menuturkan, untuk kebutuhan bibit telah diterima 440.000 batang. "Jenis bibit pohon yang akan ditanam untuk rehabilitasi antara lain pohon bakau dan api-api. Ratusan bibit pohon itu selanjutnya diserahkan kepada 11 kelompok tani yang akan melakukan penanaman. Disbunhut dan Kantor Pedalda hanya mengawasi proses rehabilitasi," ungkap Akhyan.

Lahan yang akan direhabilitasi pada 2006 ini, katanya, mencapai luas 200 ha. Lokasi penanaman rehabilitasi dilakukan di sejumlah kawasan pantai. Yaitu Desa Marorejo (Kecamatan Kaliwungu), Desa Kartika Jaya, Desa Wonosari, Desa Pidodo Kulon dan Desa Pidodo Wetan (Kecamatan Patebon), Desa Margorejo (Kecamatan Cepiring), Desa Tanjung Mojo, Desa Kalirejo, dan Desa Jungsemi (Kecamatan Kangkung).

"Rehabilitasi lahan tidak dilakukan di bibir pantai. Hal ini dilakukan karena tingkat keberhasilan penanaman sangat kecil. Sebab, kawasan pantai Kendal sebagian besar terdiri atas pasir laut dengan hempasan ombak cukup besar.

Dengan demikian, rehabilitasi dilakukan di sekitar tanggul tambak dan saluran sungai kecil. Yakni, sebatas untuk mencegah kerusakan yang lebih fatal akibat abrasi," tambahnya. (G15-37s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA