logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Februari 2006 SEMARANG
Line

Geliat Slanker di Imam Bardjo

MALAM belumlah larut benar, meski putaran sang waktu terus berputar menunjukkan pukul 20:15. Namun, lima orang, kebanyakan para muda belia, sudah berkerumunan di sebuah jalan. Untung saja malam itu, Sabtu (18/2), cuaca cerah, sehingga membuat timbunan massa kian bertambah.

Berbalut dingin malam, terdengar lantunan tembang "Terlalu Manis" di tengah suasana yang penuh ingar-bingar. Tembang Slank? Yap, kenapa tidak. Sebuah tembang yang begitu manis untuk dilantunkan di "A Mild Live Production Saturday Party". Bertempat di Jalan Imam Bardjo Semarang, perhelatan kembali ditampilkan untuk kedua kali. Padahal, kalau tak salah, band-band yang mengisi acara serupa kerap mengusung aliran musik bergenre Top 40 atau Hip Hop.

Adalah Anti Detil, grup band yang menduplikasikan diri dengan grup asal Gang Potlot Jakarta itu. Menggeber 12 tembang, seluruhnya milik Slank. Anti Detil mencoba menghadirkan sosok Bimbim dkk di pelataran Imam Bardjo. Tentu saja, para slanker Kota Semarang tak berlama-lama untuk ikut larut, meski hanya disodori duplikat Slank. Buktinya, selama hampir satu jam unjuk kebolehan, penonton merasa terpuaskan.

Simak, saat Prakuncara (vokal), Iwan (gitar), Agus K (gitar), Agus Yunan (bas), dan Tong-q (drum) membawakan tembang "Ku Tak bisa" ataupun "Maafkan", penonton pun turut melafalkan petikan syair tersebut. Bisa dipastikan, mereka mendapat hiburan. Rasanya, tembang itu tak jauh-jauh dari gambaran suasana yang ada. Tidak saja tembang berlirik lirih dimainkan para punggawa Anti Detil. Sebut saja, "Bang Bang Tut", "Makan Gak Makan Kita Kumpul", dan "Orkes Sakit Hati" tak lupa tersaji. Karuan saja, para slanker terlihat ''menggeliat''. Terlebih saat sang vokalis, Prakuncara, berlagak bak Kaka, lengkap dengan dandanan topi.

"Terlalu manis untuk dilupakan, kenangan yang indah bersamamu di Imam Bardjo," tukasnya mengutip tembang "Terlalu Manis" saat jeda waktu sebelum melantunkan tembang pamungkas, "SBY".

Sebelum Anti Detil, pada sesi pertama tampil pula Imbarsa Band yang mengusung musik indie, sedangkan Thermometer yang tampil pada giliran berikutnya banyak membawakan tembang-tenbang bernuansa rock.

Hip Hop

Tak lengkap rasanya jika melewatkan malam minggu tanpa sajian musik bergenre hip hop dan R&B. Pun saat perhelatan Saturday Party Sabtu malam, Majestic Band-lah yang pertama kali menyuguhkan. Sontak saja, para pengunjung merangsek ke bibir panggung untuk ikut berdendang atau sekadar bergoyang.

Tanpa dikomando, tangan ataupun badan mereka bergoyang mengikuti alunan tembang "Welcome to My Paradise", "Where's The Love", "My Lecon", dan "Return to The Tree". Tidak jauh beda saat Castle Band muncul sesudahnya. Rupanya, publik sudah menanti penampilan Castle sedari tadi. Indikasinya, begitu menyapa, tanpa menunggu lama, penonton langsung menyambutnya dengan gegap gempita. Tak ayal lagi, malam itu pelataran Jalan Imam Bardjo benar-benar terlampau sayang untuk ditinggalkan. Meski hanya untuk melewatkan malam minggu agar tak kelabu. (Fahmi Z Mardizansyah-44h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA