| Senin, 20 Februari 2006 | INTERNASIONAL |
Setelah 40 Tahun, KA Persahabatan Pakistan-India Kembali BeroperasiZERO POINT - Pakistan dan India memulai kembali layanan kereta api yang melintasi gurun Thar, Sabtu lalu. Layanan kereta api itu terhenti 40 tahun lalu ketika kedua negara berperang. Dengan menunggang onta, pasukan keamanan berpatroli di gurun Thar ketika kereta Thar Express tiba di Desa Khokhropar, perbatasan Pakistan selatan. Kereta api itu kemudian melanjutkan perjalanan ke Munabao, Negara Bagian Rajasthan, India. Banyak penumpang berurai air mata ketika kereta berhenti di Stasiun Zero Point, stasiun terakhir di perbatasan Pakistan. Mereka berteriak: ''Hidup persahabatan Pakistan-India.'' Sejumlah penari berpakaian tradisional menari dengan iringan gendang. Itu merupakan tarian selamat datang untuk menyambut Thar Express yang berhiaskan kain aneka warna. ''Saya berusia 13 tahun ketika saya tiba di sini waktu itu. Sekarang, saya ke stasiun ini lagi setelah 58 tahun,'' kata Mohammad Ali Azhar, yang orang tuanya pindah ke Pakistan untuk menghindari perang. Ratusan ribu orang tewas akibat perang kedua negara Asia Selatan itu. Sekitar pukul 14.00 waktu setempat (15.30 WIB), Thar Express melintasi perbatasan Pakistan-India. Gerbong kereta itu dihiasi tulisan ''Ratu Gurun'' dan ''Jembatan Persahabatan''. Hadiah Menteri India Beberapa menit kemudian, kereta tersebut mencapai Munabao, sebuah desa yang tenang di wilayah Rajasthan. Ratusan orang dan aparat keamanan menyambut kereta itu. Di Stasiun Munabao, Menteri Perkeretaapian India Lalu Prasad Yadav menyambut para penumpang. Dia memberikan hadiah kepada beberapa penumpang yang menerimanya sambil menangis terharu. ''Sejarah telah berulang. Saya sangat senang bisa kembali mengunjungi India,'' kata Jan Zahad, masinis Thar Express, kepada Reuters. Menurut penuturannya, dia terakhir kali membawa kereta Pakistan keluar dari India pada 1965. Saat itu, kedua negara berperang untuk kedua kalinya dan layanan kereta dihentikan. Ladhi Singh Sodho, teknisi Pakistan, mengaku dia baru pertama kali berkunjung ke kerabat istrinya di India, sejak dia menikah pada 1992. ''Kami berasal dari gurun ini. Pasir ini tidak membedakan orang Hindu dan Islam. Inilah gurun kebanggaan kami,'' kata dia, dengan suara bergetar menahan haru. ''Pembukaan kembali Layanan kereta Thar dan langkah-langkah lainnya akan mendukung persahabatan di antara kedua negara.'' Sekitar 12.000 orang dengan antusias menyambut Thar Express ketika kereta itu berhenti di Kota Hyderabad (Pakistan selatan) dalam perjalanan menuju Khokhropar, Jumat malam lalu. Layanan kereta api Khokropar-Munabao dihentikan selama perang Pakistan-India pada 1965. Perang itu dipicu oleh sengketa wilayah Kashmir yang berada di pegunungan Himalaya.(rtr-ben-25) |