logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Februari 2006 INTERNASIONAL
Line

Presiden Iran: Demokrasi Barat suatu Kebohongan

TEHERAN - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengatakan upaya Washington mengekspor demokrasi ke Timur Tengah telah menyebabkan kemenangan gerakan Islam garis keras di kawasan itu.

Namun Ahmadinejad juga menyebut demokrasi Barat sebagai kebohongan. Dia mengatakan kaum militan Islam tidak akan meletakkan senjata. Dia juga memprediksi keruntuhan zionisme Israel yang selama ini dimitoskan tidak terkalahkan.

Ahmadinejad melontarkan komentar-komentar itu ketika Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice bertolak menuju Timur Tengah. Kunjungan Rice bertujuan menyebarkan demokrasi di kawasan itu dan merespons kebijakan Iran yang menurut Washington semakin agresif.

''Desakan demokrasi Amerika telah menjadi bumerang bagi mereka di Iran, Irak, Lebanon, bahkan Palestina. Di dunia Islam, ketika ada pemilihan yang bebas dan adil, kelompok-kelompok perjuangan Islam meraih kemenangan,'' kata Ahmadinejad kepada kantor berita IRNA, Minggu kemarin.

''Mitos zionisme yang tak terkalahkan dan kesepakatan memberikan wilayah Israel yang lebih luas dari Sungai Nil sampai Eufrat telah mendapat pukulan besar dengan adanya Revolusi Islam 1979. Sejak itu, zionisme mengalami kemunduran,'' kata dia.

Tantangan Strategis

Kemunduran itu terlihat dengan kemenangan-kemenangan yang diraih Iran, Lebanon, bahkan Palestina. Dia mengatakan, rakyat Palestina telah memutuskan untuk melanjutkan perlawanan dan mewujudkan cita-cita Palestina yang bebas dari penjajahan.

''Tidak ada lagi politik di bawah bayang-bayang zionisme,'' kata dia. ''Ini merupakan langkah pertama. Kesuksesan-kesuksesan lainnya akan segera diraih.''

Ahmadinejad memperoleh kemenangan yang mengejutkan dalam pemilihan presiden Juni 2005. Dia mengalahkan kandidat-kandidat yang berpandangan moderat. Dia mengatakan, rakyat tidak percaya pada demokrasi Barat yang penuh kebohongan.

''Rakyat Palestina mengetahui bahwa musuh mereka bertujuan mengubah kekuatan-kekuatan perlawanan menjadi kaum demokrat ala Barat,'' ujar dia. ''Amerika ingin melucuti senjata Hizbullah di Lebanon, Hamas dan Jihad Islam di Palestina dengan tujuan menekan kekuatan perlawanan dan mengubah mereka menjadi kelompok-kelompok oportunis. Namun rakyat Palestina dan Lebanon mengetahui taktik itu. Mereka tetap mempertahankan semangat revolusioner mereka,'' tambahnya.

Pekan lalu, Menlu Rice menggambarkan Iran sebagai tantangan strategis bagi AS dan dunia. Dia beranggapan, Teheran telah menyebabkan ketidakstabilan di Timur Tengah.

Jaringan Militan

Negara-negara Barat menuduh Iran memanfaatkan program nuklirnya untuk membuat senjata. Washington menyatakan tidak mengesampingkan opsi aksi militer terhadap Iran untuk menekan Republik Islam itu menghentikan ambisi senjata nuklirnya.

Teheran berulang kali menyatakan bahwa program nuklirnya hanya untuk kepentingan damai, yakni pembangkit listrik (PLTN).

Rice mengimbau negara-negara lain menentang kebijakan agresif Iran. Dia juga mencemaskan jaringan militan yang dibentuk oleh Iran, Suriah dan kelompok Hizbullah di Lebanon. Menlu AS itu menjuluki Iran sebagai ''bank sentral terorisme''.

Iran menjalin hubungan erat dengan Hizbullah, Hamas, dan Jihad Islam. Mereka sama-sama tidak mau mengakui keberadaan Israel dan menyerukan pemusnahan negara Yahudi tersebut. Namun Iran membantah membiayai gerakan kelompok-kelompok itu.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ahmadinejad melontarkan pernyataan-pernyataan yang keras mengenai Israel. Dia menyarankan negara Yahudi itu dihapus dari peta dunia atau dipindahkan ke Alaska. Dia juga menyebut Holocaust (pembantaian Yahudi-Eropa pada Perang Dunia II) sebagai mitos.

Rice mengajukan anggaran 75 juta dolar AS untuk mendorong gerakan prodemokrasi di Iran dan lima juta dolar AS untuk membantu kaum reformis di Suriah. Namun dia tidak secara terbuka menyebut program itu sebagai upaya mengubah rezim di Iran dan Suriah.(afp-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA