logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Februari 2006 INTERNASIONAL
Line

Flu Burung Menyebar, India Periksa Sejumlah Orang

MUMBAI - India, Minggu kemarin, menyatakan tengah memeriksa sejumlah orang bagi kemungkinan terserang flu burung, sedangkan Prancis mengonfirmasikan kasus virus H5N1 pertamanya saat virus mematikan itu menyebar ke seluruh dunia.

Pemerintah India menyatakan, kekhawatiran sebelumnya tentang korban manusia pertama tidak berdasar, setelah tes-tes "pendahuluan" terhadap seorang peternak yang meninggal menunjukkan dia tidak terinfeksi virus flu burung.

"Investigasi-investigasi awal oleh tim respons cepat di Navapur menunjukkan pasien ini tidak bersentuhan dengan unggas," kata pernyataan kementerian kesehatan federal.

Flu burung merajalela lagi dalam beberapa pekan terakhir. Virus itu menyebar di antara burung-burung di Eropa dan beberapa bagian Afrika, dan mendorong sejumlah negara memberlakukan larangan perdagangan unggas, menrapkan pemotongan massal, dan memvaksin unggas.

Di India, para pejabat menggelar kampanye darurat untuk mengendalikan virus tersebut. Para pakar khawatir virus itu mungkin bermutasi dan menjangkiti manusia. Hal itu potensial menimbulkan pandemi.

Peternak Tewas

Kemarin, India mengumumkan seorang peternak yang diduga terinfeksi flu burung telah meninggal. Pasien tersebut meninggal sehari setelah India mengumumkan infeksi pertama virus H5N1 di negara itu.

"Seorang pemilik peternakan unggas meninggal Jumat lalu di Distrik Surat. Pemeriksaan sementara membuktikan dia terjangkit flu burung. Namun kami mengirim contoh darahnya ke laboratorium nasional untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Vatsala Vasudev, pejabat Distrik Surat, kepada Reuters.

Gujarat berdekatan dengan Negara Bagian Maharashtra, tempat 50.000 ekor unggas mati beberapa hari terakhir. Sejumlah tes menunjukkan, unggas-unggas itu positif mengidap virus H5N1.

Seorang pejabat mengatakan, perdagangan unggas dilarang melintasi perbatasan kedua negara bagian itu setelah ada laporan kematian unggas-unggas tersebut.

Ganesh Sonarkar (27), pemilik peternakan yang meninggal itu, adalah warga Distrik Nandurbar (Maharashtra). Vasudev menjelaskan, wabah flu burung kali pertama dilaporkan terjadi di Maharashtra, Sabtu lalu. Namun dia tidak mengatakan alasan Sonarkar melakukan perjalanan ke Surat.

"Peringatan telah diumumkan di seluruh wilayah Gujarat menyusul wabah flu burung itu," ujarnya.

Perbatasan Ditutup

Perbatasan Negara Bagian Madhya Pradesh dengan Maharashtra dan Gujarat juga ditutup. Bengal Barat, pengimpor terbesar ayam dan telur dari negara bagian lain, juga mengumumkan peringatan tentang bahaya flu unggas.

Para peternak umumnya tidak menggunakan alat pelindung saat mengubur ribuan ayam yang tewas terjangkit flu burung di Nandurbar, pusat wabah itu. Mereka mengabaikan peringatan pejabat kesehatan.

Tayangan televisi memperlihatkan para peternak melemparkan bangkai ayam ke lubang dan menguburnya. "Lebih banyak ayam akan mati hari ini dan besok," kata TP Doke, pejabat kesehatan Maharashtra. "Kami berharap dapat mengendalikan penyebaran wabah flu burung dalam empat sampai lima hari."

Beberapa orang yang menderita gejala mirip flu dan demam juga diambil contoh darahnya untuk diperiksa di laboratorium. Di kawasan perdagangan Mumbai, petugas menginspeksi pasar-pasar. Mereka memeriksa unggas yang sakit atau mati.

Mereka juga meminta pedagang segera melapor jika ada unggas yang mati karena flu burung.

"Sejauh ini, segalanya masih normal di Mumbai," kata Vijay Dukande, inspektur pasar, sambil memeriksa ayam-ayam di Pasar Crawford. (rtr-ben-niek-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA