logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Februari 2006 BANYUMAS
Line

"Rekonsiliasi Bukan Bagi-bagi Jabatan"

PURWOKERTO-Rekonsiliasi bukan bagi-bagi jabatan. Namun kedua pihak yang berseteru duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan difasilitasi otoritas yang lebih tinggi, yakni DPD PDI-P.

Sadewo Trilastiono mengemukakan hal itu, kemarin, untuk menanggapi tawaran rekonsiliasi dari kubu Suherman, ketua terpilih DPC PDI-P dalam konferensi cabang (konfercab) di Semarang. ''Perlu saya tegaskan, kedua pihak di PDI-P itu tak sepaham, bukan bermusuhan.''

Dia menyatakan penyelesaian persoalan harus didasari peraturan. Karena tak sesuai dengan peraturan, konferensi cabang itu harus diulang.

Tokoh lama PDI-P Banyumas, Wasitah, menilai tawaran rekonsiliasi dari kubu Suherman terlambat. Tawaran itu juga menunjukkan ada pengakuan dari kubu terpilih bahwa konferensi cabang, Selasa (14/2), tak berlangsung sebagaimana mestinya.

Konferensi cabang, kata dia, adalah puncak kegagalan kepengurusan lama menjalankan organisasi secara benar. Karena itu upaya damai tersebut kecil kemungkinan bisa dilakukan. ''Sejak awal mereka (kelompok kontra-Red) telanjur disakiti dan tak diajak secara terbuka membicarakan partai,'' katanya, kemarin.

Tidak Terbuka

Bendahara DPC PDI-P periode 2000-2005 itu menuturkan pihak yang merasa ditinggalkan bukan cuma pendukung Sadewo. Banyak tokoh tua PDI-P yang telah berjuang membesarkan partai itu di Banyumas.

Dalam kepengurusan DPC lalu, ujar anggota DPRD periode 1999-2004 itu, keputusan penting sering diambil oleh orang-orang tertentu. Itu pun secara tidak terbuka. Semua pengurus jarang diajak rapat atau berkoordinasi.

''Padahal PDI-P kan sudah menegaskan diri sebagai partai terbuka dan modern? Namun itu tak dilaksanakan. Berarti ada pengkhianatan terhadap amanat partai,'' katanya.

Kepengurusan yang tak harmonis membuat proses konsolidasi ke bawah lemah. Permintaan pengulangan musyawarah khusus cabang, misalnya, juga tak dikabulkan. ''PDI-P sini ibarat mur akan lepas dari baut. Jika tak cepat diatasi bisa membuat partai ini makin terpuruk.''

Dia mengemukakan para tokoh lama, seperti Hadi Wasikun, Khasim Sudarso, dan Irsad, juga menyatakan pesimistis atas tawaran rekonsiliasi. "Para tokoh tua itu tak mungkin berharap jadi pengurus. Cuma, jika dimintai masukan pasti mau." (G22,bd-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA