logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 20 Februari 2006 BANYUMAS
Line

Pengasong Bubar, Siap Jaga WC

  • Jelang Pembukaan Terminal Baru

PURWOKERTO - Para pengasong kelak dilarang berjualan di terminal bus baru Purwokerto. Karena itu mereka menyatakan siap membubarkan diri bila terminal dioperasikan. Mereka akan beralih pekerjaan jadi penjaga WC dan tukang parkir di terminal.

Paguyuban pengelola bus dan pemilik kios di terminal memang menentang kehadiran pengasong di terminal baru. Mereka beralasan kehadiran pengasong membuat suasana tak nyaman dan penumpang terganggu.

''Kami sejak dulu keberatan pengasong masuk ke dalam bus, apalagi bus patas AC,'' kata Yok San, pengelola bus Dedy Jaya jurusan Purwokerto-Jakarta.

Ketua Paguyuban Wong Terminal Fachrudin Asmawi menyatakan kesepakatan pembubaran komunitas pengasong ditandatangani, Sabtu (18/2) siang, di terminal bus. Penanda tangan ketua komunitas pengasong Cipto Sujarwo yang didampingi Aan Rohaeni SH dari LBH Perkumpulan Bantuan Hukum Purwokerto serta wakil paguyuban Asmawi didampingi Edy Waluyo SH dan Suradi SH.

Saling Bantu

Kedua pihak setuju menjaga ketertiban dan kenyaman di terminal bus baru. Mereka juga siap saling bantu mencari lapangan pekerjaan untuk 206 orang eks pengasong. ''Saya akan mencarikan pekerjaan untuk kalian,'' ujar Asmawi.

Pengasong yang kebanyakan wanita telah bekerja di terminal lebih dari 10 tahun. Semula ada 46 orang, tetapi belakangan jadi 206 orang. Namun tak semua diakui sebagai pengasong. Pedagang yang diprioritaskan dicarikan pekerjaan harus ber-KTP Banyumas.

Pekerjaan yang tersedia adalah penjaga WC, petugas kebersihan, tukang parkir, dan tenaga bongkar-muat barang. ''Kami setuju. Yang penting bisa cari makan di terminal dan itu harus dilindungi,'' ujar Slamet, eks pengasong.

Enok, pengasong lain, menuturkan selama ini setiap hari bisa mengantongi pendapatan Rp 15.000. Uang itu cukup untuk makan keluarga. ''Kami berharap pendapatan sebagai penjaga WC atau tukang parkir bisa Rp 15.000/hari,'' ujarnya.

Asmawi menyatakan pencari makan di terminal harus kompak sehingga tak menimbulkan keributan. Jika terminal aman, mereka dapat mencari nafkah dengan tenang. ''Kita orang terminal jangan bikin masalah di tempat mencari makan.'' (bd,in-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA