| Senin, 20 Februari 2006 | BANYUMAS |
Pedagang Luar Incar Gabah CilacapCILACAP - Belakangan ini para pedagang dari luar, terutama Jawa Barat, getol membeli gabah atau beras di Cilacap. ''Temuan kami di lapangan membuktikan itu. Setidaknya kami mengetahui hal itu di wilayah sedang panen,'' kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Anton Santosa. Dia menyatakan panen di beberapa wilayah di Jawa Barat, seperti Indramayu dan Kerawang, kurang mulus. Apalagi beberapa waktu lalu wilayah tersebut dilanda banjir sehingga mengganggu musim tanam. ''Karena hasil panen di daerah sendiri kurang memuaskan, mereka mencari gabah atau beras di daerah lain di perbatasan,'' katanya. Secara teknis, ujar dia, tindakan mereka tak jadi masalah bagi petani Cilacap. Sebab, penentu adalah mekanisme pasar, yakni petani butuh pembeli, asal ada kesepakatan harga. Waspada Namun Dinas Pertanian perlu mewaspadai. ''Jangan sampai kita kekurangan stok pangan. Meski berkesan terlalu jauh, setidaknya sejak awal kami berusaha waspada.'' Dia mengemukakan mereka masuk kemungkinan besar juga karena belum semua wilayah di Jawa Barat telah panen. Hal itu bisa saja berhenti bila di wailayah mereka panen raya. ''Saat itu biasanya stok melimpah. Jadi mereka tak perlu lagi mencari gabah atau beras ke wilayah lain.'' Dia juga menyatakan saat ini memproses pencairan dana talangan pembelian gabah. Sebab, makin banyak petani panen. Jika dana cair, gabah petani dapat dibeli dengan dana talangan. Jadi petani tetap meraih laba karena harga pembelian terjangkau. Dana talangan, kata dia, memang untuk membeli gabah petani. Pemerinah Kabupaten akan meminjamkan dana itu ke pihak ketiga yang akan membeli gabah ke petani. Kini harga gabah kering panen di Cilacap antara Rp 1.730 dan Rp 1.800/kg. Adapun harga gabah kering giling Rp. 2.250/kg dan beras Rp 3.550/kg. (G21-53) |