logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 16 Februari 2006 MURIA
Line

Alih Fungsi Lahan di Ternadi

Tak Mengganggu Lingkungan

KUDUS - Persoalan alih fungsi lahan yang terjadi di Desa Ternadi Kecamatan Dawe, Kudus, saat ini dianggap tidak mengganggu lingkungan desa tersebut. Bahkan kondisi lapangan saat ini menunjukkan, wilayah lereng selatan Gunung Muria itu jauh lebih baik dari sebelumnya.

Hal itu dikemukakan Agus Sunarto yang mewakili Komunitas Tapak (Telaah Aksi Pelestarian Alam dan Kebudayaan), Rabu (15/2), yang selama ini melakukan pendampingan warga untuk pelestarian lingkungan tersebut.

Menurut dia, selain Ternadi, masih ada daerah lain yang dianggap mengalami kerusakan lingkungan yang lebih parah, yakni Rahtawu.

''Jadi, kami membantah bila disebut di Ternadi telah terjadi kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan yang menyalahi ketentuan,'' ungkap dia.

Lebih lanjut ia menambahkan, sebelum ada pendampingan, Tapak telah melakukan pantauan di beberapa titik di pegunungan Muria pada 2000 - 2001.

Hasilnya diperoleh kesimpulan, agar masyakat lebih giat dalam mengelola hutan atau lereng pegunungan yang gundul, harus dilakukan penanaman tanaman buah. Dengan demikian, hasilnya bisa dinikmati masyarakat.

''Selain itu, akar tanaman bisa menyangga tanah. Sebelum dilakukan penanaman, tempat itu hanya ditanami tanaman kayu yang hasilnya tak bisa dinikmati secara langsung oleh warga,'' tandas dia.

Perlu Dikaji Ulang

Mengenai masyarakat yang bermukim di tepi hutan dan selama ini dikambinghitamkan sebagai penyebab kerusakan lingkungan, tandas dia, harus dikaji ulang. Sebab, kerusakan hutan tak hanya dilakukan oleh manusia, tetapi juga faktor alam.

''Kalaupun masyarakat mengambil hasil hutan, jumlahnya terbatas. Itu pun hanya untuk bertahan hidup,'' ungkap dia.

Jadi, bila memang pihak terkait benar-benar ingin ada pembenahan lingkungan sekitar hutan, perlu upaya memberikan peran dan tanggung jawab pada warga. (H8-17m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA