| Kamis, 16 Februari 2006 | MURIA |
Tahunan dan Nalumsari Jadi Pilot Project Pengembangan SDJEPARA - Semakin banyak sumber pembiayaan sekolah -dana BOS dan lainnya- perlu pengelolaan yang semakin baik. "Untuk mengelola sumber daya sekolah dengan baik, perlu perencanaan yang baik pula. Inilah arti penting program desentralisasi pendidikan untuk sekolah dasar, dengan sasaran peningkatan manajemen dan tata pelayanan. Hal itu dikemukakan Dr Aria Jalil MA, Koordinator Usaid Indonesia Provinsi Jateng, seusai penutupan pelatihan fasilitator di Hotel Kalingga Jepara, baru-baru ini. Pelatihan rencana pengembangan sekolah (RPS) untuk fasilitator kabupaten itu ditutup Kepala Dinas P dan K Kabupaten Jepara Drs Bambang Santoso MM. Sebelumnya, diadakan pelatihan untuk spesialis provinsi (4 orang), koordinator kabupaten (5), dan khusus fasilitator Kabupaten Jepara (6). Aria menjelaskan, dari 35 kabupaten/ kota di Jateng, terpilih lima daerah untuk proyek percontohan, yakni Jepara, Boyolali, Klaten, Karanganyar, dan Kudus. Untuk Kabupaten Jepara, dipilih Kecamatan Tahunan dan Nalumsari. Yang Pertama "Pelatihan di Jepara ini yang pertama di Jateng. Alasan pemilihan Jepara, karena perhatian Pemkab lebih besar," ucap Aria. Setelah mengikuti pembekalan, dia menambahkan, para fasilitator diharapkan bisa melakukan pelatihan penyusunan RPS di Tahunan dan Nalumsari, memberikan falilitasi kelompok kerja RPS sekolah, dan membantu tim sekolah dalam mengumpulkan data yang tidak tersedia di sekolah. Dia pun menambahkan, pelatihan Tim DBE1 (Decentralized Basic Education) itu diharapkan bisa mendorong angin keterbukaan dan akuntabilitas sekolah serta meningkatkan partisipasi masyarakat secara luas. (kar-17m) |