logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 16 Februari 2006 MURIA
Line

Jembatan Wedari I Ambrol

PATI- Jembatan Wedari I, di Desa/Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Minggu (12/2) ambrol. Sebab, jembatan yang berada di ruas jalan provinsi antara Pati dan Tayu tersebut diduga kuat tak kuat menahan beban kendaraan yang sering melebihi batas tonase.

Hal itu bisa terjadi karena konstruksi lantai dasar badan jembatan dari bahan pelat baja bergelombang itu mulai keropos akibat dimakan usia.

Dengan kondisi tersebut, ketika kendaraan-kendaraan melintas dengan beban cukup berat mengakibatkan bagian tengah badan jembatan ambrol sepanjang 190 cm dan lebar 110 cm.

Untuk menghindari terjadinya hal-hal rawan, pada Senin (13/2) petugas Bina Marga segera memasang rambu peringatan.

Agar tidak terjadi kemacetan arus lalu lintas Pati-Tayu, badan jembatan dengan lebar tujuh meter tersebut disekat menjadi dua bagian. Arah lalu lintas dari timur dinyatakan tertutup.

Kendaraan yang datang dari dua arah (utara dan selatan) harus melintas di atas badan jembatan sebelah barat. Hal tersebut mengharuskan semua jenis kendaraan yang melintas di ruas jalan itu antre, hingga upaya perbaikannya selesai.

Beton Cor

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, di ruas jalan tersebut paling sedikit ada dua jembatan yang kini juga terancam ambrol. Beruntung kedua jembatan tersebut masing-masing berukuran kecil.

Satu di antaranya yaitu jembatan di Desa Ngepungrojo, Kecamatan Pati. Pada bagian badan jembatan sisi timur utara, kini juga mulai ambles. Satu jembatan lagi berlokasi di ruas jalan Desa Mulyoharjo.

Salah seorang petugas Bina Marga Wilayah Pati, Rikan, ketika dijumpai tengah mengawasi upaya perbaikan Jembatan Wedari I mengatakan, ambrolnya badan jembatan itu akibat pelat lantai dasarnya sudah keropos.

Konstruksi lama itu hanya terpasang pada sebagian badan jembatan di sisi tumur. Namun, sebagian badan jembatan di sisi barat sudah menggunakan beton cor.

Karena itu, untuk mengatasi ambrolnya badan jembatan itu juga harus dilakukan dengan konstruksi sama.

Upaya perbaikan untuk sementara ini, menunggu beton cor sampai kering, paling tidak membutuhkan waktu minimal lima hari. Setelah itu jembatan tersebut diperkirakan normal kembali.

"Paling tidak, pada tahun anggaran 2007 sebagian badan jembatan yang ambrol itu harus dibongkar untuk diganti dengan konstruksi beton cor," ujarnya. (ad-54s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA