| Kamis, 16 Februari 2006 | SEMARANG |
Sebagian Percetakan dalam Kondisi SulitSEMARANG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berimbas terhadap kondisi beberapa perusahaan percetakan. Dari 47 perusahaan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Percetakan Penerbitan dan Media Informasi (SP PPMI) Jawa Tengah, sebagian berada dalam kondisi sulit. Kondisi itu sebagai akibat terjadinya penurunan order yang mereka terima. Dengan penurunan order tersebut, otomatis pendapatan perusahaan juga menurun. Hal itu disampaikan Ketua Pengurus Daerah (PD) SP PPMI, Rakito, di sela-sela "Pengarahan Peran Serikat Pekerja sebagai Penyangga Stabilitas di Perusahaan Grafika" bagi Pengurus Cabang (PC) dan PUK SP PPMI se-Jateng, Rabu (15/2), di Hotel Muria. Kenaikan BBM, kata dia, membuat naiknya biaya produksi. Naiknya biaya produksi tersebut karena makin mahalnya bahan baku yang digunakan. Untuk bisa mengatasi kondisi tersebut, perusahaan melakukan efisiensi, antara lain dengan menghemat listrik dan telepon serta pengurangan uang lembur. Menurut dia, untuk membuat perusahaan tetap stabil dan dinamis, perlu sosialisasi kepada para karyawannya. Dengan demikian, mereka tahu kondisi yang sebenarnya, sehingga tidak akan menuntut sesuatu di luar kemampuan perusahaan. Sampai sejauh ini, kata dia, sosialisasi yang dilakukan bisa dikatakan efektif. "Hingga hari ini tidak ada tuntutan dari pekerja yang melampaui batas,'' tuturnya. Sebagai bentuk tanggung jawab, kata Rakito, seluruh perusahaan percetakan yang tergabung dalam SP PPMI sudah mengikutkan seluruh karyawannya kepada Jamsostek. Sebab, mereka sadar, hal itu sama halnya dengan meningkatkan kesejahteraan karyawan. 12.951 Perusahaan Menurut Kabag Program Khusus PT Jamsostek (Persero) Kantor Wilayah V Jateng, S Dwi Saputro SH, selama tahun 2005 terhitung 12.951 perusahaan di Jateng mendaftarkan karyawannya kepada Jamsostek. Adapun jumlah tenaga kerja yang terdaftar 1.402.038 orang. Para pengusaha yang belum mendaftar tersebut, kata dia, disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan manfaat yang bisa diperoleh dari keikutsertaannya kepada Jamsostek. "Para pekerja akan merasa terlindungi. Hal itu juga dapat memotivasi mereka (pekerja-Red), sehingga bisa meningkatkan produktifitas,'' tandasnya. (lin-44h) |