| Kamis, 16 Februari 2006 | SEMARANG |
Pengeroyok Tukang Cat DitangkapPEDURUNGAN- Sunari (21), warga Condrorejo RT 5 RW 11, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, dan Solikin (27), warga Karanganyar RT 1 RW 12, Muktiharjo Kidul, ditangkap Tim Reskrim Polres Semarang Timur, Rabu (15/12). Mereka diduga sebagai pelaku utama pengeroyokan terhadap seorang tukang cat, Mujiono (34), warga Ampelsari, Muktiharjo Kidul, saat melek-melek malam sura, Senin (30/1). Akibat pengeroyokan itu, korban menderita luka bacok di lengan kanan dan memar akibat pukulan benda keras di kepala. Oleh warga sekitar Kampung Karanganyar, korban dilarikan ke RS Panti Wilasa Jl Citarum. Setelah itu, korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke petugas Polres Semarang Timur. Peristiwa itu bermula ketika berlangsung melek-melek memperingati malam sura, Senin (30/1) di Jl Karanganyar RT 1 RW 12, Muktiharjo Kidul, Pedurungan. Sejumlah warga melewatkan acara malam itu dengan hiburan musik solo organ. Oleh Sunari, korban dianggap sering membuat masalah. Antara lain, ketika berjoget Mujiono sering menginjak kaki orang lain dan menyulut bagian tangan Sunari dengan api rokok. Yang menjengkelkan lagi, kata Sunari, Mujiono berlaku egois. Ketika korban menyanyi, tidak bersedia gantian dengan teman-temannya. ''Malam itu kami semua mabuk. Dia (Mujiono-Red) menjengkelkan banyak orang. Saya juga jengkel kepadanya,'' kata dia. Ketika pulang, tuturnya, Mujiono mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Hal itu membuat dia sakit hati. Bersama Solikin, dia mengejar korban dengan sepeda motor juga. Korban dikejar hingga berhasil dihentikan di salah satu sudut kampung. Sanuri yang sudah membawa sebilah gobang, menyabetkannya ke arah kepala korban. Namun sabetan itu berhasil ditangkis korban menggunakan lengan kanan. Akibatnya, korban menderita luka pada lengan kanannya. Sabetan gobang kali kedua tidak berhasil melukai korban. Sebab, mata gobang terlepas dari gagangnya dan terlempar ke rawa-rawa. Melihat hal itu, Solikin, teman tersangka, langsung bertubi-tubi menghantam kepala korban dengan dua buah batu bata. Akibat hantaman tersebut, kepala korban terluka dan memar. Korban pun dibuat tidak berdaya. Dia berusaha lari dari aksi pengeroyokan itu, tetapi gagal. Setelah berteriak-teriak meminta tolong, para pelaku kabur. ''Saya berusaha bangkit, tetapi tidak berdaya. Lengan kanan saya berdarah dan kepala sakit,'' kata korban. (G5-44s) |