logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 16 Februari 2006 KEDU & DIY
Line

Tidak Ingin Ada Jamaah Haji Telantar

PURWOREJO- Bupati Kelik Sumrahadi menginginkan pengurusan jamaah haji asal daerahnya berjalan tertib. Dia tidak ingin ada jamaah haji asal daerahnya yang telantar.

Penekanan itu dilontarkan pada acara pengukuhan pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama (KBIH NU) periode 2006-2009 di Gedung Haji Purworejo, beberapa hari lalu. Pengurus yang dikukuhkan itu tiga ketua masing-masing KH Ibnu Hajar Dahlan, Drs H Mudjahid, dan KH Muadzin Wahid. Selaku sekretaris Drs H Abd Rahman Ba'bud MM dan Drs Nur Cahyono.

Sebagai bendahara H Saridin dan H Muhdi. Di samping itu seksi humas dipercayakan kepada H Choiril Anam dan H Muh Hadjat S Ag. Seksi manasik H Sumedi, H Muh Dahlan SE, dan H Faizin Fofyan.

Selanjutnya, Bupati menandaskan dana untuk tim pembimbing haji daerah (TPHD) yang selama ini diberikan kepada organisasi keagamaan ataupun pejabat, akan diberikan kepada KBIH yang ada di daerah tersebut. Hal itu, menurut Bupati, dimaksudkan agar jamaah haji asal Purworejo dapat terbina dengan baik. Dengan demikian, dalam melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci dapat berjalan tertib dan teratur.

Sementara itu, menurut ketuanya, KH Ibnu Hajar, KBIH NU telah ada tiga periode musim haji terakhir ini. Dia menyebutkan, masa bimbingan yang pertama pada 2003 dengan 41 jamaah. Pada 2004 meningkat menjadi 55 jamaah yang ikut dalam KBIH tersebut, dan pada musim haji 2005 KBIH NU membimbing 157 jamaah.

Utamakan Tuntunan

Dia memaparkan, bimbingan haji yang dilakukan KBIH NU itu dimulai sejak akan berangkat ke Tanah Suci, termasuk manasik haji yang dilakukan antara enam hingga delapan kali. Selain itu berbagai bimbingan hingga pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Dia mengatakan, KBIH NU lebih mengutamakan tuntunan syari'ah tentang ibadah haji.

''Kami memiliki tim pembimbing yang sudah lama bermukim di Tanah Suci. Mereka selalu bekerja sama dengan para mukmin untuk mempermudah dalam pelaksanaan ibadah haji dan ziarah ke tempat-tempat yang bersejarah,'' tuturnya.

Sekretaris KBIH NU, Drs H Abd Rahman MM menambahkan, saat ini di Purworejo ada lima KBIH. Tetapi yang masih aktif hanya tiga. Di tiga KBIH itu sudah ada sekitar 300 calon haji tahun 2006/2007 yang mendaftar untuk dibimbing. (yon-16s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA