| Rabu, 15 Februari 2006 | PANTURA |
Tewas saat Ambil KTP untuk Urus Dana SLTBUMIAYU - Pengambilan dana SLT di Kantor Pos Bantarkawung, Brebes, meminta korban, Selasa (14/2). Seorang tewas saat akan mengambil KTP yang tertinggal di rumahnya dan dua orang pingsan karena berdesakan. Para pengambil SLT serentak untuk tiga desa di Kecamatan Bantarkawung itu sudah tampak berdesakan sejak pukul 07.00 di depan Kantor Pos Bantarkawung. Padahal, kantor pos baru buka pukul 08.00. Sebanyak 1.765 warga penerima SLT dari tiga desa, yakni Karangpari, Bantarwaru, dan Sindangwangi, sudah menanti sejak pagi sekali. Begitu kantor pos dibuka, mereka langsung berdesak-desakan supaya dapat mengambil lebih dulu dana SLT tersebut. Sekitar pukul 09.30, saat panas matahari mulai menyengat, sekelompok ibu tampaknya tak sabar menanti giliran. Akibat berdesakan, dua orang perempuan pingsan. Mereka adalah Karsih (57), warga Dukuh Prasti Desa Karangpari, dan Lastri (33) warga Desa Bantarwaru. Keduanya kemudian dilarikan ke Puskesmas Bantarkawung. Tidak lama kemudian muncul kabar, Wahid (60) warga Dukuh Cilimus Desa Karangpari, tewas di tengah hutan blok Tambir, Desa Karangpari. Menurut Kapolsek Bantarkawung AKP Supiyarto yang didampingi Kanitresintel Bripka Supono, korban meninggal ketika berjalan kaki ke rumah untuk mengambil KTP yang tertinggal. Mungkin Bronchitis Wahid sebenarnya datang ke kantor pos pada pagi hari. Namun, begitu sudah masuk antrean untuk mendapatkan dana STL, dia tersadar kalau KTP-nya ketinggalam di rumah. Dia pun balik lagi ke rumah bersama dengan tetangganya, Wartinah (35). Dalam perjalanan pulang, Wahid mengatakan capai dan akan beristirahat sebentar di hutan. ''Saya kaget. Ketika tubuhnya saya goyang-goyang, ternyata dia sudah menemui ajal,'' ujar Wartinah. Karena ketakutan, Wartinah meminta tolong pada Solikha yang kebetulan lewat di hutan itu. Mereka memutuskan melapor pada polisi. Mayat korban diangkut ke Puskesmas Bantarkawung. Dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, Agung Prasetyo, korban diduga menderita bronchitis. ''Kemungkinan, ketika jalan kaki ke rumah, penyakitnya kambuh. Dan dia langsung meninggal,'' kata Kasi Trantib Kecamatan Bantarkawung Wahono SH, yang ikut mengevakuasi tubuh korban dari hutan.(wh-58) |