logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Februari 2006 WACANA
Line

Surat Pembaca

Fasilitas Rukuh di Masjid Agung Jateng

Beberapa waktu lalu saya dan kakak sepupu mau shalat dzuhur di Masjid Agung Jateng setelah bepergian. Kebetulan kakak juga belum pernah ke sana, sekalian ingin melihat kemegahan masjid tersebut. Ketika saya wudlu, ibu-ibu mengatakan: "Kalau mau shalat harus bawa rukuh sendiri sebab tidak disediakan".

Tapi karena sudah telanjur wudlu, saya PD saja naik ke masjid. Ternyata benar, di lantai paling atas tidak ada satu pun perlengkapan shalat wanita. Rak dan almari yang berderet dan bagus tidak berfungsi sebagai tempat penyimpanan alias kosong. Akhirnya terpaksa saya harus menunggu dan berharap ada jamaah lain yang meminjami.

Sangat disayangkan, masjid sebesar dan semegah itu tidak menyediakan fasilitas utama bagi jamaah wanita yang akan shalat. Bukankah tujuan utama ke masjid adalah shalat, bukan untuk melihat-lihat saja. Saya berharap, tulisan ini dapat menjadi masukan bagi pengelola agar menyediakan fasilitas rukuh bagi jamaah wanita.

Ika Shofa Irvina

Pondok R Patah Blok R1/22, Demak

***

Semarak Voli Jateng

Mencermati perkembangan bola voli di Jateng, terasa kurang bergairah sejak PON XVI Palembang beberapa waktu lalu. Hal ini menimbulkan keprihatinan tersendiri di kalangan pecintanya, bahkan Liga Bola Voli Indonesia (Livoli) belum mampu mendongkrak popularitas olahraga ini.

Sosok panutan dibutuhkan paling tidak untuk membangkitkan minat orang untuk menonton. Di sepak bola ada figur flamboyan. Sutiyoso atau akrab disapa Bang Yos. Gubernur DKI ini gila bola yang bahkan mampu menggelar event bergengsi bertajuk Bang Yos Gold Cup. Dia promosikan sepakbola sekaligus pariwisata Jakarta.

Untuk bola voli tingkat Jateng, baru mengenal sosok ketua Komisi Voli Pantai PBVSI, H Hasanudin SmArs SE MSi yang konsisten membina dan memantau prestasi atlet. Secercah harapan terbersit ketika ada kabar, Kapolri mengizinkan pimpinan Polri boleh memimpin cabang olahraga di semua tingkatan.

Banyak pihak berharap Kapolda Irjen Dodi Sumantyawan yang terkenal hobi bermain voli mau menjadi ketua PBVSI Jateng. Perkembangan bola voli ke depan akan lebih semarak dan berimbas positif di sektor usaha seperti produsen alat olahraga dan pariwisata pantai sebagai sarana voli pantai. Kelak mungkin Jateng tidak lagi "import" dari provinsi lain.

Aryi Widiyanto A.Md

Jl Sri Agung 234, Cepiring

***

Saya Pemabuk Surat Pembaca

Kolom surat pembaca Suara Merdeka ini bersejarah bagi hidup saya. Tahun 1973 atau 1975, saya menulis surat pembaca kali pertama, mengkritik terlantarnya tanaman palem muda yang tidak terurus di Alun-alun Utara Solo. Surat saya dimuat. Pohon-pohon palem kemudian menjadi terurus, disirami dan tumbuh.

Tanggapan itu membuat saya kecanduan menulis. Sampai kini sudah lebih dari 30 tahun. Dari majalah TIME (6/4/1992), saya membaca kisah Anthony Parakal (saat itu 72 tahun) pensiunan pegawai kereta api di Mumbay, India. Dia menulis surat pembaca sejak tahun 1955.

Tiap hari pasti tiga suratnya termuat hingga mencapai rekor 5.000 buah berbahasa Inggris, tercatat di Guiness Book of World Records versi India. Oleh majalah TIME dia dijuluki sebagai epistoholik karena kepedulian sosialnya yang tinggi, sekaligus sebagai sebutan orang yang kecanduan menulis surat pembaca.

Keteladanan Anthony Parakal mencetuskan saya mendirikan komunitas penulis surat pembaca, Epistoholik Indonesia (EI). Saya gulirkan tahun 1992, diulangi 1994, tapi kandas. Saya luncurkan lagi seiring maraknya media blog di internet 2003, syukur banyak rekan sehobi yang bergabung.

Komunitas EI dideklarasikan ketika tercatat di Museum Rekor Indonesia (Muri), 27 Januari 2005. Hari itu juga kita canangkan sebagai Hari Epistoholik Nasional. Situs blog EI di: http//episto.blogspot.com.

Menulis surat pembaca adalah perwujudan kehidupan yang demokratis. Setiap warga dapat menyampaikan isu atau masalah untuk dibicarakan bersama, guna mendapat solusi bersama pula. Saya bangga bisa melakukan "reuni", menulis kembali di kolom bersejarah ini.

Untuk sesama teman "seprofesi", mari terus mengamuk menulis surat pembaca. Salam episto ergo sum Saya menulis surat pembaca karena saya ada.

Bambang Haryanto

Jl Kajen Timur 72, Wonogiri

***

Laptop bagi Dewan

Melalui voting, akhirnya DPRD Kota Pekalongan menyetujui anggaran membeli 30 laptop untuk inventaris legislatif. (Suara Merdeka 13 Januari 2006). Memang laptop tidak dibagikan kepada seluruh anggota, namanya saja inventaris.

Tetapi mengapa harus dianggarkan sebanyak 30 unit untuk 30 anggota Dewan yang ada. Apakah seluruh anggota mampu mengoperasikan dan apakah merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda. Apakah tidak mendengar dan melihat sebagian masyarakat sedang mengalami musibah banjir.

Contoh di Kelurahan Bandengan dan Dukuh yang menurut informasi kemungkinan tidak kebanjiran bila saluran buangan air dilebarkan. Dana laptop Rp 396 juta lebih baik dialihkan untuk perbaikan atau pelebaran saluran buangan air di kedua kelurahan tersebut.

Hal itu lebih bermanfaat, menyangkut kepentingan langsung masyarakat banyak. Sebab sebagian besar anggota Dewan masih perlu banyak belajar mengoperasikan laptop atau cuma untuk dibawa ke sana kemari... kebingungan.

Chusnul Marom

Perum Tirto Indah 98, Pekalongan

***

Tanggapan Telkom

Menyusuli tulisan saya "Kinerja Telkom Semarang" yang dimuat di Surat Pembaca 13 Februari 2006, saya terkesan atas tanggapan positif dan cepat dari PT Telkom Semarang. Pagi itu juga datang dua petugas yang baru saja memperbaiki gangguan di sentral, mengecek sekali lagi, telepon ke rumah dan .... kring.

Petugas selain minta maaf atas ketidakmulusan proses perbaikan saluran ke rumah saya juga menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena pada saat yang bersamaan ada 3.000 gangguan/kerusakan sambungan di STO Johar sehingga semua kegiatan difokuskan ke sana. Saya memaklumi.

Saya juga menerima telepon permintaan maaf dari jajaran manajemen dengan penjelasan yang simpatik. Semoga Telkom selalu sukses dalam melayani masyarakat

Suhaili Cordiaz

Jl Tegalsari Brt V/21, Semarang

***

Soal Asuransi AIU

Saya atas nama keluarga/adik yang tercatat sebagai nasabah Asuransi AIU Indonesia mengucapkan terima kasih kepada PT Mitra Iswara & Rorimpandey (MIR) khususnya Cabang Semarang atas pelayanan profesionalnya dalam pengurusan dan penyelesaian klaim asuransi hingga tuntas.

Pelayanan yang diberikan tersebut sehubungan klaim mobil Suzuki Escudo XL7 yang mengalami kecelakaan 6 November 2005. Atas kesalahfahaman yang terjadi selama proses pengurusan, saya mohon maaf.

Sugeng Raharjo

Jl Wonodri Sendang Raya 5, Semarang

***

Penjelasan Indosat

PT Indosat Tbk mengucapkan terima kasih atas masukan Bapak Moch Kamidi SH di Pondok Ngaliyan Asri 11 Semarang tentang "SMS Penipuan" yang dimuat 10 Februari 2006. Tim Customer Service telah mengunjungi beliau hari itu juga dan menjelaskan bahwa Indosat tidak pernah mengirim SMS yang isinya, pelanggan memenangkan hadiah utama Rp 15 juta.

Langkah Bapak mengonfirmasi ke kantor Galeri Semarang sudah benar guna menghindari penipuan yang dilakukan oleh oknum tertentu dengan modus SMS. Mereka menggunakan teknologi internet yang makin canggih demi kepentingan pribadi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Setiapkali Indosat mengadakan kegiatan terkait dengan undian berhadiah, informasi serta pengumuman pemenangnya selalu dipublikasikan di media cetak lokal dan atau nasional.

Apit Buchori

Kacab Indosat Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA