| Rabu, 15 Februari 2006 | NASIONAL |
Lahan Persawahan Akan Terus Ditambah
SEMARANG- Gubernur H Mardiyanto menegaskan, Jateng akan tetap menjadi daerah surplus pangan. Tahun ini kelebihan beras diprediksi mencapai 1,376 juta ton. Itu sebabnya, dia berjanji akan terus melakukan penambahan lahan persawahan. "Tiap tahun akan ada areal yang terkena dampak pembangunan seperti jalan tol. Karena itu, perlu ada substitusi lahan. Bagi daerah-daerah yang tidak dilalui tol mesti menyediakan lahan pertanian untuk digarap," ujar Gubernur usai Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Ketahanan Pangan Jateng di Gradhika Bhakti Pradja, Kantor Gubernuran Jateng Jalan Pahlawan, Selasa (14/2). Hadir dalam rakor tersebut Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Pusat Karman Nainggolan, Kepala Badan Bina Masyarakat Ketahanan Pangan (BBMKP) Jateng Gayatri Indah Cahyani, dan sejumlah kepala dinas dan bupati/wali kota se-Jateng. Untuk membantu petani yang lahannya terkena banjir, Pemprov saat ini memberikan bantuan pupuk bersubsidi. Untuk mengantisipasi persoalan pupuk, Gubernur akan menegakkan kontrol ke lapangan. Tidak hanya pada dari produsen ke pengecer, namun juga sampai ke tingkat pengecer. Berdasarkan data BBMKP Jateng, secara keseluruhan jumlah pupuk yang dibutuhkan mencapai 828.000 ton urea. Kuota yang diberikan oleh pusat mencapai 770.000 ton, sehingga kekurangan masih sekitar 58.000 ton urea. Secara terpisah, Kepala Bidang Agribisnis BBMKP Jateng Agus Wariyanto mengatakan, penambahan lahan seperti yang dikatakan Gubernur sudah mulai dilakukan. Bahkan, Kota Kudus secara terbuka menyediakan lahan untuk pertanian. Selama ini Jateng telah melakukan pemetaan terhadap lahan-lahan yang dianggap tidak boleh dialihafungsikan karena produktif. Namun, perlu ada ketegasan tata ruang dari tiap-tiap pemerintah kabupaten/kota. "Sebenarnya sudah ada pemetaan, tapi kurang sosialisasi. Di sisi lain, masih ada perbedaan persepsi antara Dinas Pertanian dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) mengenai definisi sawah," jelas dia. Saat ini di Jateng terdapat lebih dari 31.000 hektare lahan tidur dan 70.000 hektare lahan di dalam hutan. (H12, G17-29t) | ||||