logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Februari 2006 NASIONAL
Line

Greg Belum Pasti Diturunkan

SEMARANG- Striker Greg Nwokolo ngotot ingin main di laga kandang lawan Semen Padang sore ini di Stadion Jatidiri. Padahal, cedera paha dan engkelnya belum sembuh total. Tentu saja, itu membuat pelatih Sutan Harhara harus berpikir dua kali untuk menurunkannya menghadapi anak-anak asuhan Syafrudin Rusli. Bukan tidak mungkin, pemain asal Nigeria itu menghuni di bangku cadangan.

''Kondisi saya baru sembuh 80 persen. Mungkin besok pagi akan lebih baik lagi. Terus terang, saya ingin sekali main,'' ungkap Greg seusai latihan pagi kemarin di Stadion Jatidiri.

Cederanya memang tidak parah. Paha dan engkelnya hanya mengalami pembengkakan. Hal itu akibat tebasan lawan saat timnya menjamu Sriwijaya FC Minggu (12/2) lalu. Dia terpaksa ditarik keluar di awal babak kedua digantikan Imral Usman. Semalam, mantan pemain Singapore Armed Forces ini masih menjalani terapi untuk penyembuhan.

''Dia belum tentu diturunkan. Saya akan konsultasi dulu dengan dokter tim untuk memastikan Greg bisa tampil atau tidak,'' ungkap pelatih Sutan Harhara.

Kalau pun tidak bisa dimainkan, Sutan tidak masalah. Menurutnya, masih banyak pemain pengganti yang siap, seperti Indriyanto Nugroho, Khusnul Yaqien dan Imral Usman. Kualitas tiga striker tersebut tidak perlu diragukan lagi. Indriyanto punya skill individu yang bagus sehingga bisa berlama-lama mengolah bola dan memberi kesempatan pemain lain mencari posisi yang tepat. Sedangkan Khusnul dan Imral punya mobilitas, kecepatan dan kengototan.

''Mengapa susah-susah. Kalau dia absen, kan masih ada Indriyanto. Saya tidak pernah 'mengkultuskan' pemain,'' terang mantan pelatih PSMS Medan ini.

Konsentrasi

Menghadapi partai ini, pasukan Mahesa Jenar tidak bisa tampil full team. Idrus Gunawan dan Maman Abdurahman dipastikan absen. Idrus terkena akumulasi kartu kuning, sedangkan Maman masih didera cedera lutut kaki kirinya. Kondisi seperti ini tentu akan menyulitkan Emmanuel de Porras cs.

''Partai kandang ini tidak boleh lepas. Meski lelah dan tidak full team, jika pemain konsentrasi penuh, tenang dan tidak emosi, tiga poin akan bisa diraih,'' ujar Manajer Tim Yoyok Sukawi.

Semen Padang diakuinya sebagai tim yang punya tradisi bagus pada partai tandang. Buktinya, di awal kompetisi mereka berhasil menundukkan Persija Jakarta 0-1 dan bermain imbang 1-1 lawan Persikota. Karenanya, meski baru saja dikalahkan Persijap 0-1, bukan berarti tim tersebut dapat dipandang enteng. Sebaliknya, anak-anak Syafrudin Rusli akan lebih termotivasi untuk mencuri poin sebagai bekal pulang ke Padang.

''Semen Padang tim yang berbahaya. Permainan mereka mengandalkan kecepatan dan ketahanan fisik yang prima. Kami harus waspada itu,'' tutur suami Swasti Aswagati tersebut.

Bergabungnya Diallo Abdoulaye Djibril di tim berjuluk Kerbau Merah ini, akan menambah kekuatan di lini tengah mereka. Menghadapi PSIS, Yoyok yakin, Djibril akan termotivasi untuk bermain all out untuk mengalahkan mantan timnya. ''Biasanya, pemain yang merasa dibuang oleh mantan timnya, akan bermain lebih ngotot. Djibril juga pasti punya motivasi tinggi di pertandingan ini,'' tandasnya.

Satu lagi mantan pemain Mahesa Jenar yang bergabung di Semen Padang adalah May Rahman. Hanya saja, May yang biasa bermain di sayap kanan lebih banyak duduk di bangku cadangan.

Gali Dana

Sementara itu, Bidang Dana PSIS bekerja sama dengan Koperasi Telkomsel (K-Sel) dan Telkomsel membuat terobosan baru dalam menggali dana dari para pendukungnya. Penggalangan dana tersebut dilakukan melalui short message service (SMS) ke nomor 5735. Penandatangan kerja sama dilakukan kemarin di Hotel Graha Santika.

''Setiap SMS tarifnya Rp 1.000. Pembagiannya Rp 500 untuk PSIS, Rp 300 untuk Telkomsel dan Rp 200 untuk K-Sel. Ini merupakan salah satu bentuk penggalangan dana dari masyarakat,'' terang Ketua Bidang Dana Jayanto Arus Adi seusai penandatangan kerja sama.

Cara mengirim SMS dukungan itu sangat mudah, yaitu PSIS spasi S spasi dilanjutkan komentar dari pengirim. Layanan itu bukan kali pertama diluncurkan di Indonesia. Sebelumnya, Persebaya Surabaya dan Persik Kediri sudah melakukannya. Rencananya, PSIM Yogyakarta dan Persijap Jepara juga akan menyusul dalam bulan ini.

''Nomor 5735 itu bukan sembarang nomor. Tapi punya arti, yaitu 'Maju Menjadi Juara Liga Utama','' ungkap General Manager K-Sel Jateng dan DIY Yogjakarta Andy Aristyanto.

Andy optimistis dukungan melalui SMS ini bisa diminati, mengingat tim kebanggaan warga Semarang ini punya basis pendukung fanatik yang besar. Mereka tidak hanya dari Semarang saja, tapi juga daerah-daerah di Jawa Tengah.

SMS dukungan tersebut bisa berisi saran, kritikan atau lainnya. Agar para pendukung bisa menikmati kiriman SMS tersebut, Bidang Dana, K-Sel dan Telkomsel akan membuat website khusus.

Bukan tidak mungkin kerja sama ini akan dikembangkan dengan SMS tentang informasi profil pemain, jadwal pertandingan, hasil pertandingan, pemain terbaik, pemain favorit atau tebak skor.

''Untuk tahap awal, kami akan memberi souvenir kepada sepuluh pengirim yang akan diundi setiap bulan,'' tandasnya. (H13-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA