| Rabu, 15 Februari 2006 | BANYUMAS |
Abu PLTU Cilacap Bisa untuk Industri SemenCILACAP - Abu terbang (fly ash) dari sisa pembakaran batu bara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Karangkandri, Kabupaten Cilacap, sebaiknya dimanfaatkan untuk industri semen. Hal itu sekaligus untuk mencegah terjadinya polusi udara. Menurut Direktur LSM Pusat Studi Kebijakan Lingkungan (Pusaka) Chabibul Barnabas, fly ash memang tidak memiliki kemampuan mengikat seperti semen. Akan tetapi dengan ukuran partikelnya yang halus, bila fly ash diberi air, maka oksida silika yang terkandung di dalamnya akan bereaksi secara kimia dengan kalsium hidroksida yang terbentuk dari proses hidrasi semen. Dengan begitu akan menghasilkan zat yang memiliki kemampuan mengikat. Kandungan kalsium hidroksida dalam beton ditengarai sebagai sumber perusak beton, khususnya bila beton itu berada di lingkungan yang agresif. Penambahan fly ash pada semen berpotensi menambah keawetan beton. ''Kami khawatir kalau abu dari PLTU tidak dimanfaatkan dan dibuang begitu saja, maka akan mencemari lingkungan,'' papar Chabibul Barnabas. Berdasarkan hasil penelitian, lanjut dia, beton yang dihasilkan dari fly ash ternyata menunjukkan tenaga tekan tinggi dan memiliki keawetan atau durability yang lebih baik dibandingkan beton biasa yang sepenuhnya dibuat dengan menggunakan Semen Portland. Upaya penggunaan fly ash bisa dikembangkan lebih lanjut dengan memanfaatkan bahan-bahan sisa lainnya yang mempunyai kandungan oksida silika tinggi seperti silica fume, slag atau bahkan abu sekam dan jerami. Penggunaan bahan-bahan tersebut selain lebih ramah lingkungan, juga dapat mengurangi penggunaan semen, lebih awet, dan murah. Perkembangan mutakhir bahkan menjanjikan, penggunaan fly ash dapat untuk mengganti semen sepenuhnya melalui proses polimerisasi anorganik atau geopolimer. Dengan demikian, geopolimer semen menjadi harapan utama dalam mereduksi penggunaan semen untuk keperluan pembangunan infrastruktur. Setidaknya untuk pembuatan beton pracetak. (ag-36v) |