logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Februari 2006 BANYUMAS
Line

Februari 32 Kasus DB, Dua Meninggal

PURWOKERTO - Di Banyumas tercatat dua orang meninggal karena penyakit demam berdarah (DB) dan selama Februari mencapai 32 kasus. Padahal, diperkirakan kecenderungan meningkatnya kasus DB terjadi Maret. ''Ternyata sejak Desember 2005 sudah mulai meningkat, sedangkan masyarakat menuntut pelayanan penanganan yang maksimal,'' ungkap Kepala Dinas Kesehatan Banyumas doktergigi Khalid Khan saat membuka ceramah klinik bagi dokter rumah sakit dan puskesmas, tim penggerak PKK dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Graha Satria, kemarin.

Dokter Hapsari DSA dari RSUP Dr Karjadi Semarang dalam kesempatan itu mengajak untuk mengenal penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan upaya pertolongan pertama. Sejak tahun 1968 sampai sekarang penyakit itu belum hilang dan masih bermunculan.

Dikatakan dia, ada tujuh faktor yang berperan terhadap kasus DB. Di antaranya, keterlambatan diagnosis, penanganan syok serta yang tidak teratasi dan berulang, kebocoran hebat, perdarahan masif dan ensepatopati.

Mengenai penanganan dini, Hapsari mengatakan, untuk perawatan dirumah dimulai dengan banyak minum tapi menghindari minum teh, kopi dan coklat. ''Penderita perlu dicatat frekuensi dan jumlah kencing untuk mengatasi demam dan kontrol ke dokter.''

Untuk itu, penderita perlu diwaspadai dengan melihat kesadaran yang menurun, kulit dan kaki dingin dan lembab, kencing berkurang dan tidak kencing selama 6 jam, kejang, kurang makan, minum dan muntah terus serta keluar perdarahan melalui kulit, hidung dan mulut. ''Bila mengalami enam K maka penderita segera dibawa ke rumah sakit.'' (P52-36)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA