| Rabu, 15 Februari 2006 | BANYUMAS |
"Jangan Ada Pasien DB Meninggal "PURWOKERTO-Para kepala puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Banyumas kemarin mengikuti seminar penanganan klinik pasien demam berdarah (DB). Penanganan tersebut dilaksanakan agar pasien meninggal saat dirawat di rumah sakit tak terulang kembali. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dokter gigi Khalid Khan mengatakan, sejak Januari hingga Februari 2006, sudah ada dua pasien demam berdarah yang meninggal saat dirawat di rumah sakit. ''Pengalaman itu membuat para dokter dan kepala puskesmas perlu mengetahui secara lebih dalam lagi soal penanganan medik pasien demam berdarah,'' jelasnya. Menurut dia, kegiatan yang menghadirkan dokter MM Hapsari SpA dari RS Dokter Kariadi Semarang ternyata ada hal baru dalam penanganan pasien DB yang belum diketahui para dokter. Selama ini kalau ada pasien DB yang selalu diperiksa adalah trombosit. Padahal, penanganan klinik DB tak hanya trombosit darahnya saja yang perlu diperhatikan, hematokritnya yakni kandungan lain di dalam sel darah penderita, juga harus diperiksa. Meningkat Dalam dua bulan terakhir, imbuh Khalid, kasus DB di Kabupaten Banyumas mengalami peningkatan. Dari bulan Januari hingga pertengahan Februari 2006 ini, ada 32 kasus demam berdarah. Dari kasus sebanyak itu dua orang meninggal dunia di rumah sakit. ''Penyebab pasien DB meninggal memang harus dicari penyebab pastinya. Bisa jadi karena dibawa ke rumah sakit sudah terlambat. Tapi dengan mengikuti perkembangan penanganan terhadap kasus DB, mudah-mudahan para dokter bisa lebih memahami, sehingga tak ada paien DB di Banyumas yang meninggal lagi.'' Meningkatnya jumlah penderita DB juga terlihat di RSUD Banyumas. Menurut Direktur RSUD Banyumas dokter Hartono SpA, saat ini masih ada 9 pasien yang dirawat. Mereka memang tidak semuanya berasal dari Kabupaten Banyumas. Dari 9 pasien itu, 4 dari Pliken (Kecamatan Kembaran), Pajerukan (Kalibagor), Kemranjen dan Sudagaran (Banyumas). Lima pasien lainnya berasal dari Nusawungu dan Kroya, Cilacap. Pada Januari, jumlah pasien DB yang dirawat di rumah sakit itu ada 28 orang dan Februari 12 orang. Dari total 40 orang, yang berasal dari Cilacap ada 22 orang, Kebumen dua orang, Banjarnegara satu orang. Sisanya berasal dari Kabupaten Banyumas. (G23-36) |