logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 13 Februari 2006 RAGAM
Line

Penghuni Langit dan Bumi (2-Habis)

Bertasbih kepada Allah

Jin

JIN adalah makhluk Allah yang diciptakan sesudah malaikat. Jika malaikat berbadan cahaya, maka badan jin dibuat Allah dari nyala api yang sangat panas, lantas ditiupkan RuhNya. Firman Allah: ''Dan Jin Kami ciptakan sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.''(QS.Al Hijr:27). Dengan kata lain badan jin terbuat dari gelombang panas. Ia memiliki kualitas dan tingkat energi yang lebih rendah dibandingkan malaikat.

Alquran menggambarkan, kadang-kadang jin mencoba mengintip dan mencuri dengar informasi dari alam malaikat, sebagaimana ayat berikut ini: ''akan tetapi barang siapa di antara mereka yang mencuri-curi pembicaraan maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.''

Berbeda dengan malaikat yang selalu taat, jin diciptakan untuk bisa membangkang terhadap perintah Allah. Mereka adalah makhluk yang nantinya akan diminta pertanggungjawaban sebagai hamba Allah. Maka jin ada yang jahat dan ada yang baik, ada yang kafir dan ada yang shalih, ada yang masuk surga dan ada yang masuk neraka.

Jin yang jahat disebut setan, dan kakek buyut dari setan adalah iblis. Firman Allah SWT: ''Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: 'Sujudlah kamu kepada Adam', maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Allah. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengantin (Allah) bagi orang-orang yang zalim.''(QS.Al Kahfi:50)

Bangsa jin diciptakan lebih dulu dibandingkan manusia ada yang mengatakan sekitar 5.000 tahun sebelum manusia. Iblis merasa dirinya lebih hebat dibanding manusia. Dia diciptakan lebih dahulu daripada manusia. Mereka juga diciptakan dari gelombang panas yang memiliki berbagai kelebihan dibandingkan badan manusia yang terbuat dari unsur-unsur tanah.

Manusia

Sebagaimana jin, manusia diciptakan Allah untuk beribadah kepadaNya. Manusia memiliki kebebasan peran dalam drama kehidupan ini: apakah ingin menjadi penjahat (setan) ataukah ingin jadi orang yang baik.

Badan manusia terbuat dari unsur-unsur yang terdapat dalam tanah. Secara umum badan manusia terbuat dari zat biokimiawi. Karena bersifat material, maka badan manusia paling berat diantara makhluk Allah yang bernama malaikat dan jin.

Badan manusia diikat oleh Allah di langit dunia dengan menggunakan dimensi 3, sedangkan jin di penjara Allah di langit ke dua yang berdimensi 4 dan malaikat dibebaskan Allah di langit ketujuh, dengan dimensi 9. Selama hidupnya manusia akan terikat di langit dunia yang berdimensi 3. Mereka hidup dan mati, serta dibangkitkan lagi di permukaan Bumi, setelah terjadinya kiamat kecil yakni hancurnya Bumi dan seluruh kehidupan didalamnya.

Tumbuhan dan Binatang

Ketiga makhluk yaitu malaikat, jin dan manusia adalah makhluk hidup yang berakal. Sedangkan yang ke-4 dan ke-5 ini adalah makhluk hidup yang tidak berakal. Perbedaan yang mendasar itu menjadikan fungsi kedua kelompok tersebut sangat jauh berbeda. Allah tidak membebani binatang dan tumbuhan dengan agama. Mereka tidak memiliki pilihan dalam hidupnya. Satu-satunya pilihan adalah taat kepada Allah.

Mereka tidak bisa berontak sebagaimana manusia dan jin yang punya akal dan nafsu. Tapi bukan berarti mereka tidak beribadah. Allah berulang kali menjelaskan di dalam Alquran, bahwa langit bumi dan segala isinya bertasbih kepada Allah. Termasuk binatang dan tumbuh-tumbuhan. Firman Allah: ''Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang ada di langit dan di bumi dan juga burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.''(QS. An Nur:41).

Sebagaiamana manusia, badan binatang dan tumbuhan terbuat dari bahan biokimiawi yang berasal dari tanah. Maka seperti manusia pula, badan mereka diciptakan untuk melayani manusia. Mereka bukan subjek dalam drama kehidupan manusia. Mereka adalah objek alias pelengkap penderita.(Tim Kajian Qolbun Salim-12)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA