| Senin, 13 Februari 2006 | PANTURA |
Bumijawa-Tonjong Normal KembaliBUMIAYU- Jalur antara Bumijawa, Kabupaten Tegal-Tonjong, Kabupaten Brebes, sepekan ini normal kembali, setelah Bina Marga Jateng membangun jembatan darurat menggunakan rangka baja. Jembatan itu, pada 22 Januari lalu diterjang banjir bandang akibat derasnya arus Kali Pedes. Jalur antara Bumijawa-Tonjong merupakan jalur vital untuk transportasi pengangkutan hasil bumi warga, yang tinggal di lereng Gunung Slamet. Ketika jembatan itu ambruk, warga dari Desa Tanggeran, Pepedan, Purbayasa, dan Purwodadi yang akan bepergian ke ibu kota Kecamatan Tonjong ataupun ke Bumiayu, harus memutar lewat Desa Kutamendala. "Jalur ini juga sangat vital dan banyak dilalui warga dari Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal," kata Camat Tonjong, Pulung Suhanda SIP. Lumpuh Total Menurut warga Purwodadi, ketika jalur tersebut putus, angkutan umum ke wilayah atas lumpuh total. Baik dokar maupun angkutan umum memilih tak mengambil trayek ke atas, karena terhambat tak bisa melewati jembatan. Bahkan, ketika arus lalu lintas di tanjakan Siregol terhambat oleh truk yang mogok, lalu lintas jalur selatan antara Prupuk-Tonjong ikut lumpuh. "Biasanya kalau arus di jalur lintas selatan macet di tanjakan Siregol, kendaraan dialihkan ke jalur ini," kata Firdaus, warga Desa Linggapura, yang tinggal tak jauh dari jembatan itu. Pekerjaan pembangunan jembatan berjalan sangat cemat. Bina Marga memasang jembatan balay dengan konstruksi rangka baja, sepanjang 20 meter di atas Jembatan Kali Pedes yang ambruk. Jembatan lama yang ambruk disebabkan fondasi sebelah utara miring tak kuat menahan arus air yang deras. Akibatnya, rangka jembatan miring ke bawah. "Pekerjaan pembuatan jembatan darurat hanya memakan waktu satu minggu, sehingga lalu lintas lumpuh hanya sekitar 10 hari," ucap salah seorang warga setempat.(wh-17s) |