| Senin, 13 Februari 2006 | PANTURA |
Hotel Perang Spanduk Diskon 50%TEGAL - Ketua Koordinator Wilayah Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Wilayah Pekalongan Saunan Rasyid SH kemarin mengakui, saat ini hampir semua hotel kelas menengah di wilayah kerjanya memang sedang mengalami kelesuan. Ini lantaran tamu yang menginap makin sedikit. "Indikator kelesuan itu jelas, yaitu hampir semua hotel saat ini memasang spanduk berisi pemberian diskon. Kini diskon yang ditawarkan 50%," ucapnya. Ini berarti, jika tamu menginap dua hari, ada hotel yang menarik tarif menginap hanya sehari. Menurut keterangan dia, pemasangan spanduk penawaran diskon itu ditengarai bukan hanya dipasang hotel menengah namun juga hotel kelas melati meski kebanyakan tidak dipasang di jalanan. Dia mengemukakan hal itu menanggapi sepinya tamu yang menginap di beberapa hotel di Kota Tegal sehingga Pemkot saat ini hanya dapat menarik pajak hotel Rp 49.100/hotel/hari. Padahal, objek yang ditarik 28 hotel. Kecilnya hasil penarikan pajak ini disorot FKB DPRD dalam rapat paripurna persetujuan DPRD terhadap RAPBD 2006. Melalui juru bicara Drs M Abdul Hayyi, fraksi itu menilai, angka pajak sekecil itu tidak rasional dan perlu dipertanyakan (Suara Merdeka, 13/2). Menurut keterangan Saunan, bisnis hotel di Tegal dan sekitarnya menjadi lesu setelah pemberlakuan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), rekening listrik, dan pemberlakuan daya maksimal listrik. Jika rencana PLN menaikkan tarif dasar listrik nanti diberlakukan, dia khawatir bisnis makin sepi. Kondisi itu, lebih diperparah dengan beban kenaikan upah minimum regional. "Jadi selain tamu sepi, pengusaha juga harus membayar biaya operasional yang saat ini hampir semua komponennya mengalami kenaikan pula," paparnya. (aj-17j) |