| Senin, 13 Februari 2006 | PANTURA |
Dihadiri 230 Tamu MancanegaraTEGAL- Berbeda perayaan yang diadakaan tahun lalu, saat ini Capgome yang dipusatkan di Klenteng Tek Hay Kiong Kota Tegal terasa lebih ramai. Itu disebabkan perayaan dihadiri pula sekitar 230 warga Tionghoa asal Tegal yang kini bermukim di beberapa negara seperti Amerika, Kanada, Australia, Selandia Baru, Hongkong, Malaysia, dan RRC. Namun, yang memprihatinkan ternyata ada seorang tamu asal RRC kecopetan. Dompet yang di dalamnya antara lain berisi paspor hilang. Penasihat Paguyuban Sosial Warga Tionghoa (PSWT) H Tambari kemarin mengakui dia diminta Ketua PSWT Ong Peng Hun untuk ikut mencari. Karena keamanan keramaian ditangani Pemuda Pancasila, diapun meminta agar PP ikut mencarikan. "Kasihan orang itu terancam tak bisa pulang ke RRC, karena paspornya hilang." Ketua Majelis Agama Konghucu Indonesia (Makin) Tegal, Gyong Gyong, kemarin juga membenarkan ada salah seorang tamunya kehilangan paspor. Menurut dia ratusan warga Tionghoa asal mancanegara mengikuti perayaan itu karena mereka memperpanjang liburan di kota kelahirannya. Sekitar 230 warga dari berbagai negara itu sebenarnya datang karena memenuhi undangan Reuni 100 Tahun Zhi Hua yang diadakan pada 6 Februari 2006 lalu. "Mereka bertahan tak segera pulang setelah mengikuti reuni, karena ingin melihat keramaian Capgome. Selain itu mereka juga ingin bernostalgia dengan ikut memanggul patung dewa." Untuk bisa memberi kesempatan tamu ikut memanggul tandu, katanya, reuni sempat ditunda dua kali. Semula reuni akan diadakan Agustus mendatang, tapi terpaksa diajukan agar bisa bertepatan dengan perayaan Imlek. Mereka datang agar bisa mengucapkan rasa sykur dan terima kasih kepada Dewa atas limpahan rezeki yang didapatkannya pada tahun sebelumnya. Menurut Gyong, dalam capgomeh ini, Klenteng Tegal mengeluarkan sembilan(aj-19) |