| Senin, 13 Februari 2006 | PANTURA |
Malu dengan Stiker Miskin
PEKALONGAN - Sebanyak 605 kepala keluarga (KK) miskin di Kota Pekalongan dicoret dari daftar penerima subsidi langsung tunai (SLT) tahap kedua tahun 2006. Pencoretan itu dilakukan karena mereka keberatan rumahnya dipasang stiker "KK Miskin" dan sebagian lainnya mengundurkan diri dengan mengembalikan SLT yang pernah diterima. "Dengan begitu dalam pembagian SLT tahap kedua ini hanya 17.446 KK. Padahal, tahun 2005 Pemkot menyerahkan SLT untuk 18.051 KK," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas), Ir Candra Herawati, kemarin. Dia menjelaskan rencana pembagian SLT itu akan dilakukan mulai 13-16 Februari 2006 di Kantor Pos Jalan Cenderawasih dan Kantor Pos Jalan Ahmad Yani Pekalongan. Agar mereka tidak berdesak-desakan, masing-masing kelurahan dijadwal sesuai waktu yang ditetapkan. "Bagi yang datang tidak sesuai jadwal, jelas akan ditolak," katanya Direncanakan pembagian SLT itu akan dilakukan kali pertama oleh Wali Kota HM Basyir Ahmad. Untuk mencegah munculnya kerusuhan, dalam pembagian itu akan melibatkan unsur kepolisian. Mantan Kepala Dinas Koperasi itu menambahkan, dari pelaksanaan SLT tahun 2005 memang banyak warga yang minta diusulkan untuk didata sebagai penerima. Untuk itu Tim BPS pun sudah terjun ke lapangan untuk mendata ulang bagi warga yang tergolong miskin. Akhirnya diperoleh angka 27.800 KK yang diusulkan untuk mendapat pada pembagian tahap kedua. Namun, dari Pemerintah Pusat hanya memberikan plafon tambahan 5.427 KK. Tetapi, lanjut dia, sampai sekarang data susulan itu belum dikirim dari Pusat, sehingga penerimaan mulai 13-16 Februari hanya untuk 17.446 KK. Sedangkan susulan diharapkan bisa turun akhir Februari, sehingga tidak terlalu lama dibanding dengan penerima sebelumnya. Urusan Mereka Candra menegaskan dalam pembagian di Kota Pekalongan tahun lalu, diakui berjalan lancar sesuai dengan rencana. Kalaupun akhirnya ada warga menerimanya kurang dari Rp 300.000 itu menjadi urusan mereka sendiri dan tidak melibatkan pejabat Pemkot. Mereka bermusyawarah sendiri setelah mereka menerima dari Kantor Pos secara utuh. Bagi warga yang menerima oleh petugas Pemkot langsung dipasangi stiker "KK Miskin" berwarna merah di depan rumah warga. Dari pemasangan itu ternyata ada warga yang merasa malu, sehingga keberatan rumahnya di pasang stiker tersebut. Akhirnya mereka rela mengembalikan dana kompensasi BBM yang telah diterima. Bagi yang mengundurkan diri untuk penerimaan SLT tahap kedua sudah tidak didaftar lagi. Kebijakan pemasangan stiker itu ternyata mendapat acungan jempol dari Sekum PKK Pusat Suwardiono saat melakukan evaluasi di Kota Batik beberapa waktu lalu. Pejabat itu mengaku mendapatkan masukan baru sebagai terobosan yang dilakukan di Kota Pekalongan. Terobosan baru itu adalah pemasangan stiker bagi penerima SLT. Dengan pemasangan stiker ternyata membuat mereka malu, sehingga beberapa KK mengembalikan dana.(A15-19) |