| Senin, 13 Februari 2006 | OLAHRAGA |
Suimin: PSIS Lebih BeruntungSEMARANG-Pelatih Sriwijaya FC Suimin Diharja dan Manajer Amalsyah Tarmizi hanya berdiri dengan mulut terkatup begitu pertandingan melawan PSIS di Stadion Jatidiri, kemarin, berakhir. Setelah menghela napas panjang, mereka berdua menghampiri dan menyalami Stephen Menoch cs. Menoch dkk duduk tertunduk di atas rerumputan. Raut kecewa jelas tergambar di wajah mereka. "PSIS lebih beruntung saja sore ini. Hanya ada satu kesalahan, pemain membuat pelanggaran di depan gawang mereka. Dan lawan tak menyia-nyiakannya," kata Suimin. Dia mengira, keberuntungan telah memayungi kubu Laskar Sriwijaya saat sebuah peluang emas gagal dimanfaatkan M Ridwan pada menit ke-54. Ternyata perkiraannya meleset kala Gustavo Hernan Ortiz menghukum anak-anak asuhnya lewat tendangan bebas. Menurut mantan pelatih PSPS Pekanbaru itu, jalannya laga berlangsung seimbang dan enak ditonton. Wasit Jimmy Napitupulu juga disebutnya telah bekerja dengan baik. Namun, Suimin mengelak saat ditanya soal kartu merah yang diterima stoper Safrudin pada akhir babak kedua. "No comment!" jawabnya singkat. Melepaskan Diri Sedangkan pelatih PSIS Sutan Harhara menilai permainan anak-anak asuhannya lebih baik daripada saat lawan Persekabpas Pasuruan. Meski lelah setelah melakoni dua partai tandang, Emmanuel de Porras cs mampu menampilkan permainan dengan semangat dan motivasi yang tinggi. Semula, pressing ketat yang dilakukan tim tamu, diakui Sutan, sangat merepotkan. Namun, anak-anak asuhannya perlahan-lahan bisa melepaskan diri. Contohnya, Ortiz dapat meloloskan diri dari penjagaan Vijay. (aim, H13-22) |