| Senin, 13 Februari 2006 | SEMARANG |
Utamakan PSN Dibanding FoggingSEMARANG - Warga diminta untuk kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah. Biasanya, penyakit itu menyebar pada saat pergantian musim. Hal itu dikemukakan dokter Agung Sudarmanto dari bagian Business Development RS Telogorejo Semarang, Minggu (12/2), di sela-sela bakti sosial pengobatan gratis dalam rangka HUT Ke-56 Harian Suara Merdeka di Klinik Dian Insani Perumahan Aryamukti. Menurut dia, saat ini demam berdarah tidak selalu ditandai dengan gejala munculnya bintik merah dan peningkatan suhu tubuh. Ada yang tidak menampakkan gejala-gejala semacam itu, tetapi sudah terkena demam berdarah. ''Namun untuk mengetahui apakah benar-benar terkena demam berdarah atau tidak, harus dilakukan pemeriksaan laboratorium,'' kata dia. Merebaknya demam berdarah, menurut dia, juga tak lepas dari faktor lingkungan dan perilaku masyarakat. Dia memberi contoh, saat ada fogging justru ada warga yang menutup pintu. ''Upaya terpenting sebenarnya bukan fogging, tetapi memberantas jentik nyamuk,'' papar dia. Saat ini banyak orang tidak menyadari bahwa ancaman penyakit tersebut ada di dekatnya. Seekor nyamuk Aedes aegypti dewasa bisa mengeluarkan 3.000 butir telur dan sebagian besar di antaranya menetas. Jika induk nyamuk itu sudah membawa virus demam berdarah, maka anak-anaknya juga membawa bibit penyakit itu. ''Cara paling tepat yang bisa dilakukan semua orang adalah dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), sehingga telur dan jentik nyamuk mati,'' ungkap dia. Nyamuk yang tubuhnya bercorak lurik-lurik itu juga tidak menyukai air kotor. Bahkan jika air tersebut mengandung tanah, serangga itu tidak mau bertelur. ''Sayang, masih ada masyarakat yang belum tahu tentang nyamuk itu,'' kata dia. Sementara itu Humas RS Telogorejo Semarang Nana Noviada Kwartawati SE MM mengatakan, dalam beberapa hari ini rumah sakit di Jl KH Ahmad Dahlan Semarang itu dipenuhi pasien. Diperkirakan, tingkat hunian RS itu sudah mencapai 80 %. ''Namun penyakit yang mereka derita beragam, tidak hanya demam berdarah,'' ungkap dia. (G6-18d) |