logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 13 Februari 2006 SEMARANG
Line

Warga Cakrawala Lihat Tempat Relokasi

SEMARANG- Sebagian warga Cakrawala Baru yang telah menyatakan kesediaan pindah tak berkeberatan dengan tempat relokasi yang ditawarkan pemilik.

Minggu (12/2) kemarin, warga bersama pemilik telah melihat langsung tempat relokasi, yang terletak di Kampung Palir, Kelurahan Wates, Kecamatan Ngaliyan. Selain tempatnya relatif mudah diakses, sumber air yang ada di tempat itu juga memadai.

''Warga tampaknya cukup cocok dengan lahan relokasi di Palir, Wates. Dari jalan tidak terlalu jauh, sambungan listrik ada, dan air juga mudah diupayakan,'' ujar salah seorang pemilik Ir Nelwan.

Bersama Nelwan, pemilik yang ikut serta dalam peninjauan itu adalah Hadi Harsono, sedangkan Harminto Agustono dari PD Muhammadiyah berhalangan.

Turut serta dalam kunjungan itu, Wakil Wali Kota Mahfudz Ali, Camat Semarang Barat Budi Tjahjanto, aparat Polwiltabes, serta Koramil Semarang Barat.

Dari warga, ikut sekitar 30-an orang yang didominasi ibu-ibu. Sebagian mereka berangkat menggunakan sepeda motor, sementara lainnya menumpang dalam mobil pemilik dan aparat.

Kepada warga, pemilik menyediakan lahan sekitar satu hektare, dengan alokasi 40 m2/ KK. Lokasi yang ditawarkan itu berada di jalur alternatif Podorejo-Mangkang, tak jauh dari Perumnas Palir. Saat ini, lahan itu masih berupa tanah kosong yang ditumbuhi sejumlah tanaman liar.

''Untuk sumber air, kami akan mengupayakan pembuatan sumur. Kalau warga mau nyambung PDAM juga bisa, kan dekat dengan Perumnas Palir,'' tambahnya.

Kepada Nelwan, salah seorang warga mengatakan, mereka berharap kavling yang disediakan berukuran memanjang 4x10 meter, bukan 5x8 meter.

Selain itu, mereka juga mengharapkan bantuan pemilik dalam proses pembangunan rumah, mengingat kondisi perekonomian mereka yang tidak mampu.

Dua Kali Sosialisasi

Sekali lagi Nelwan menegaskan, pemilik masih memberikan kesempatan kepada warga Cakrawala untuk pindah secara sukarela sampai 15 Februari. Jika mereka menyatakan kesediaan mengosongkan rumah sebelum deadline, pemilik akan memberikan lahan seluas 40 m2/KK.

Bahkan, untuk warga miskin ditambah dengan uang kontrak Rp 1.000. 000/KK.

''Selepas tanggal itu, tentu kami tidak bisa berbuat apa-apa,'' katanya.

Sebelum deadline pengosongan oleh Pemkot 21 Februari sesuai permintaan Wali Kota, pemilik akan melakukan dua kali lagi sosialisasi kepada warga.

Rencananya, mereka akan mengumpulkan warga di Balai Pertemuan Kelurahan Gisikdrono Jl Pamularsih, Selasa (14/1) malam.

Sosialisasi berikutnya akan digelar di tempat yang sama, 17 Februari mendatang. (H9-44)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA