logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 13 Februari 2006 SEMARANG
Line

Usai Ujian, Soal CPNS Langsung Dibakar

LAIKNYA barang berbahaya saja, jika tumpukan lembaran kertas itu harus segera dimusnahkan. Padahal jauh sebelumnya, barang tersebut sempat membuat jantung ribuan orang berdegup gugup. Bisa jadi, bagi sebagian orang lembar itu adalah tumpuan masa depan. Bagaimana tidak, jika lembar kertas itu adalah soal ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS). Ya, lembar itu begitu selesai dikerjakan peserta ujian, harus segera dimusnahkan.

Seperti yang terjadi saat ujian CPNS di lingkungan Mahkamah Agung (MA) yang digelar di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (11/2). Dengan menggunakan sebuah mobil, lembar soal tersebut dikumpulkan di lapangan sirkuit arena sepatu roda untuk selanjutnya dibakar, setelah peserta bubar.

Pembakarannya pun disaksikan para petinggi di lingkungan Pengadilan Tinggi dan MA. Tampak Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah S Sutrisno SH MH dan Ketua Muda Pengawasan MA Gunanto Suryono SH. "Pembakaran ini dilakukan untuk menjaga hal-hal yang rawan. Kami ingin memastikan tingkat keamanan lembar soal tersebut," ujar Soetrisno, di sela-sela prosesi pembakaran.

Bagi sebagian besar peserta, lembar soal tersebut tak hanya tumpukan kertas. Dari lembaran itu pulalah, masa depan dan penghidupan sesorang berawal. Agung Budi Prasetya (27) misalnya, meski bekerja sebagai pegawai negeri bukanlah cita-cita awal, tidak berarti dia setengah hati menyelesaikan soal ujian CPNS. Bertempat di tribune timur, lulusan sebuah perguruan tinggi swasta di Kota Semarang itu, Sabtu (11/2) pagi sudah bertengger di Stadion Jatidiri sedari pukul 06:15.

Mengaku berangkat dari rumahnya yang terletak di Desa Ngampin, Kabupaten Ambarawa, pukul 05:00 dengan sepeda motor. Bersama 15.057 peserta lain, Agung terlihat begitu semangat saat mengerjakan ujian tulis. Bahkan, terik matahari tak begitu dia hiraukan. "Ya anggap saja perjuangan, semua ini untuk masa depan. Diterima syukur tak diterima ya namanya berusaha," tukasnya, sembari mempersiapkan peralatan tulis yang baru saja dibelinya di luar stadion. Para peserta ujian, Sabtu kemarin sempat mendapat sedikit hiburan. Sebab, beberapa jam sebelum mereka meniti ujian, ribuan peserta disuguhi pemandangan menyenangkan.

Latihan PSIS

Ya, latihan PSIS Sabtu pagi kemarin memang tampak lain dari biasanya. Bagaimana tidak, Emmanuel de Porras cs berlatih di bawah tatapan mata sekitar 15.000 orang. Namun, mereka bukan orang yang ingin melihat aksi anak-anak asuhan Sutan Harhara mengolah si kulit bundar. Kedatangan ribuan orang yang memadati Stadion Jatidiri pagi itu bermaksud mengikuti ujian tertulis CPNS.

Rupanya latihan tersebut memang cukup memberikan hiburan segar bagi pelamar. Sambil menunggu dimulainya ujian, mereka bisa menyaksikan Sutan Harhara melatih anak-anak asuhannya. Bukan itu saja, mereka juga bisa menikmati wajah ganteng Emmanuel de Porras, Gustavo Hernan Ortiz, atau pemain PSIS lainnya.

Bahkan, beberapa orang tanpa malu-malu mendatangi Porras yang sedang minum sekadar meminta tanda tangan atau foto bersama. Keberadaan anak-anak asuhan Sutan Harhara di tengah lapangan Stadion Jatidiri tersebut sedikit mengurangi ketegangan dan kelelahan para peserta. Ah, bagai mendapat hiburan di tengah impitan impian masa depan. (Budi Winarto, Fahmi ZM, Widodo Prasetyo-44s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA