logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 13 Februari 2006 SEMARANG
Line

Peduli Lingkungan untuk Citra Perusahaan

KEPEDULIAN terhadap lingkungan bisa ditonjolkan oleh perusahaan dengan membuat program corporate social responsibility (CSR). Selain untuk membangun citra perusahaan yang peduli terhadap lingkungan, program tersebut diharapkan juga mampu melekatkan produk lebih dekat kepada masyarakat. Salah satu perusahaan yang berupaya membangun hal itu adalah PT Coca Cola Distribution Indonesia (CCDI) Semarang.

General Manager (GM) CCDI Semarang Dwi Harjono mengemukakan, program peduli lingkungan itu dianggarkan rutin setiap tahun. Dengan menempatkan anggaran 5% dari total biaya operasi perusahaan untuk program tersebut, pihaknya berkeinginan membentuk citra perusahaan yang tak sekadar mencari keuntungan semata-mata tetapi turut juga berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

''Untuk tahun ini, kami turut membantu dalam program Resik-resik Kutha,'' ujar dia yang saat ini baru enam bulan menduduki posisi GM di Semarang. Sebelumnya, pria kelahiran Solo 39 tahun lalu itu bertugas dengan posisi yang sama di CCDI wilayah Kalimantan dan Sumut.

Setiap tahun, bidikan program CSR berbeda. Pada tahun sebelumnya, perusahaan tersebut mengupayakan bantuan dan pemberdayaan perpustakaan. Bantuan itu tak hanya dalam pendanaan tetapi juga manajemen atau pengelolaan lembaga.

Lebih lanjut dia menekankan, penanganan persoalan lingkungan di Kota Semarang, seperti banjir, perlu melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, persoalan tersebut tak hanya dibebankan kepada pemerintah saja.

''Dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, program CSR perusahaan dan pemerintah diharapkan mampu membangun simbiosis yang saling menguntungkan,'' ujarnya.

Mentalitas masyarakat yang selalu masih menyandarkan urusan lingkungan kepada pemerintah sudah seharusnya diubah.

Selain kepedulian terhadap lingkungan, program CSR juga berbentuk kemitraan dengan pengusaha kecil. Kemitraan itu berbentuk pinjaman modal usaha berupa produk dan peralatan senilai Rp 10 juta - Rp 15 juta. Diharapkan, cara ini mampu membantu perekonomian masyarakat dan perusahaan juga tetap mendapatkan profit. (Moh Anhar-44j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA