logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 13 Februari 2006 SEMARANG
Line

58 Sekolah Rusak Pascabanjir

SEMARANG - Lima puluh delapan sekolah di Kota Semarang mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Drs Sri Santoso menyampaikan, sebagian besar kerusakan itu terjadi karena bangunan terendam air dan lainnya terkena tebing longsor.

Namun secara umum, kerusakan yang terjadi tidak terlalu parah dan bisa diatasi. ''Kerusakan yang paling parah terjadi di SD Kalibanteng Kidul yang terkena longsor. Kalau yang lain, pada umumnya hanya kerusakan ringan. Soal berapa angka pasti kerugian, saya belum bisa matur karena masih dikalkulasi,'' ungkap Sri Santoso saat ditemui Suara Merdeka di Balai Kota, pekan lalu.

Kerugian paling banyak, kata dia, karena kerusakan penunjang pembelajaran seperti buku-buku ajar. Pada banyak sekolah yang terendam banjir, buku-buku rusak dan sebagian tidak bisa digunakan lagi.

''Untuk buku-buku penunjang pembelajaran yang rusak, Dinas Pendidikan siap mengganti. Stok yang ada masih relatif banyak,'' kata dia tanpa memerinci jumlah stok buku yang tersedia.

Sementara itu untuk renovasi bangunan sekolah yang rusak, lanjut Sri Santoso, akan diprioritaskan pada sekolah negeri. Sebab, pembenahan gedung sekolah negeri yang rusak merupakan tanggung jawab Pemkot sedangkan sekolah swasta menjadi wewenang yayasan yang menaunginya. ''Untuk angka persisnya, datang saja ke kantor,'' tuturnya.

Data dari Subdin Perencanaan Program (PRP) Dinas Pendidikan, jumlah sekolah rusak 58 unit dari jenjang SD/MI, SMP/ MTs, dan SMA/SMK/ MA. Kerusakan terbanyak terjadi pada jenjang SD, yaitu 32 unit.

Sebagian akibat banjir karena memang sekolah-sekolah itu terletak di kawasan Semarang bawah yang merupakan langganan banjir. Kerusakan terjadi pada sejumlah SD di Kecamatan Semarang Utara, Genuk, Semarang Barat, Gayamsari, dan Pedurungan.

''Kerusakan pada jenjang SD memang terbilang besar. Sebab, sekolah pada jenjang itu tersebar di hampir seluruh pelosok Kota Semarang termasuk di kawasan langganan banjir,'' ungkapnya.

Sementara itu, sekolah yang mengalami kerusakan pada jenjang SMP/MTs tercatat 21 unit dan SMA/SMK 5 unit. Pada jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/ MA, kerusakan pada umumnya juga karena banjir.

Hanya sebagian kecil yang rusak akibat tanah longsor. (H9, H11-18j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA