logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Februari 2006 PANTURA
Line

Limbangan Wetan Berkembang dengan Berdayakan Potensi

SEBUAH desa atau kelurahan akan berkembang, manakala masyarakatnya mampu memberdayakan diri. Hal itu telah dibuktikan warga Kelurahan Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, desa tersebut berkembang pesat melebihi kelurahan/desa lain di sekitarnya. Angka pengangguran di sana kecil. Dari 8.738 jiwa penduduknya, hanya 171 orang berstatus menganggur, itu pun 95 di antaranya ibu rumah tangga.

Apa saja potensi kelurahan yang terletak di timur Kota Brebes itu? Kepala Kelurahan Limbangan Wetan Akhmad Solikhin mengatakan, potensi yang dimiliki warga cukup banyak.

Mulai dari ternak itik yang menyerap banyak tenaga kerja, kerajinan sanggul, asinan telur, bandeng presto, dan usaha perdagangan umum. Dari sekian banyak usaha, bidang pertanian masih dominan.

"Warga di sini memang tak betah nganggur. Apa saja bisa mereka kerjakan. Jadi pemulung barang rongsok pun mereka lakoni demi menghidupi keluarga," kata Solikhin.

Karena kegiatan masyarakatnya begitu menonjol, kelurahan tersebut sering dijadikan percontohan ketika ada studi banding dari luar kota. Kelompok ternak itik Maju Jaya berulangkali dikunjungi peneliti atau pihak-pihak luar yang ingin melakukan budidaya itik.

Maju Jaya pernah meraih juara pertama tingkat nasional. Kelompok itu menghimpun 70 peternak, dengan produksi telur 15.000 butir per hari dari 30.000 ekor itik.

Kreatif Pilih Usaha

Penyerapan tenaga kerja dari ternak itik juga lumayan besar. Paling sedikit satu peternak membutuhkan tiga sampai empat tenaga kerja. Belum lagi tenaga pemasaran dan tenaga pengedrop pakan yang cukup banyak pula jumlahnya.

Sementara itu, para ibu rumah tangga memanfaatkan waktu luang mereka untuk menjadi buruh kerajinan sanggul, membuat bandeng presto, atau asinan telur. Yang lain memilih menjadi pembantu rumah tangga di sekitar kompleks perumahan di kelurahan itu.

"Saya melihat warga di sini sangat kreatif memilih usaha, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujar Akhmad Solikhin.

Di bidang pertanian - dengan luas lahan persawahan 38.875 hektare - warga mampu meningkatkan pendapatan dengan bercocok tanam padi dan bawang merah. Karena lahannya tergolong tanah subur, produktivitas tanaman sangat bagus.

Mereka pun mampu meningkatkan perekonomian keluarga. Jangan heran, kalau banyak di antara mereka membeli sepeda motor sebagai tolok ukur status ekonomi yang meningkat.

Ketika muncul serangan hama tikus, mereka kompak melakukan penanggulangan dengan beramai-ramai menggropyok tikus, dibantu anjing pelacak yang bertugas mencari lubang atau tempat persembunyian tikus.

Menurut Kepala Kelurahan Limbangan Wetan, dari empat kali gropyokan yang pernah dilakukan, warga mendapatkan sekitar 2.000 ekor tikus. Manfaat langsung dari aktivitas tinggi warga adalah meningkatnya dana swadaya masyarakat.

Tahun 2005 lalu dana swadaya tercatat Rp 26.300.000. Uang itu antara lain untuk membangun sarana olah raga, pembangunan saluran limbah, dan perbaikan saluran irigasi persawahan.

Pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) juga jadi lancar. Mereka yang tadinya sering nunggak pajak, menjadi giat membayar. Maklum, uang sekarang bukan masalah.

Tahun lalu, masyarakat kelurahan itu membayar lunas PBB pada bulan Juni atau enam bulan lebih awal dari jatuh tempo.(Wahidin Soedja-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA