logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Februari 2006 PANTURA
Line

Tasyakuran HPN Ke-60

Wartawan Diharapkan Punya Standar Kompetensi

BREBES - Ada masukan menarik dari sesepuh Brebes, H Suwardi Wirjaatmadja SH, menyangkut upaya pembehanan pers Indonesia. Mantan Wakil Ketua DPRD Jateng itu mengusulkan agar ditetapkan standar kompetensi untuk wartawan.

"Wartawan sama dengan pendidik. Kalau guru mempunyai standar kompetensi, wartawan juga harus punya," katanya, ketika menyampaikan refleksi pada tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) Ke-60, Rabu malam (8/2), di Hotel Kencana, Brebes.

Dalam tasyakuran yang digelar Forum Komunikasi Wartawan Brebes (FKWB) itu, Suwardi - yang kini menjabat ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Brebes - menyebutkan alasan mengapa wartawan perlu memiliki standar kompetensi.

Pertama, supaya produk yang dihasilkan wartawan dalam bentuk berita mampu memberikan pendidikan kepada masyarakat. Lebih dari itu, dapat dihindari munculnya berita yang bersifat sensasional belaka.

Kedua, wartawan dapat mengetahui rambu-rambu yang benar dalam menjalankan profesinya, sehingga terhindar dari tuntutan maupun gugatan pihak lain yang diberitakan.

Untuk mampu memahami rambu, wartawan harus tahu persis kode etik wartawan. "Jika perlu wartawan harus punya juga standar kompetensi sosial dan moral," katanya.

Dalam kacamata Mbah Wardi, dalam konteks sekarang wartawan juga harus bisa ikut membangun daerah. Melalui penanya yang tajam, dia yakin kalangan pers mampu memberikan warna terhadap pembangunan di daerah.

Komitmen Awal

Tokoh pemuda Brebes, H Wahyudin Noor Ally, menyatakan sependapat dengan pernyataan Ketua FKWB Wahidin Soedja dan Ketua PWI Perwakilan Pekalongan Riyadi KR, menyangkut pentingnya wartawan kembali pada komitmen awal sebagai seorang profesional.

Menurut dia, sebagai profesional, wartawan atau pers harus bisa melaksanakan fungsi sebagai alat sosial kontrol baik pemerintahan maupun legislatif. "Fungsi ini amanah yang harus bisa dilaksanakan, agar ke depan muncul perbaikan-perbaikan di segala bidang," katanya.

Sementara itu Bupati H Indra Kusuma mengakui fungsi pers sangat besar di masyarakat. Sebab, pers bisa membentuk oponi publik yang sangat berpengaruh.

Karena itu, dia setuju dengan pendapat Ketua PWI Perwakilan Pekalongan agar pers dipegang atau dikelola oleh orang yang pas, sehingga produk yang dihasilkan tidak menyesatkan masyarakat.

"Saya tidak alergi dengan kritik, sepanjang kritik itu mengarah pada upaya untuk membangun. Namun, kritikan pers hendaknya jangan justru menjatuhkan perorangan atau kelompok," ujar bupati.

Peringatan HPN Ke-60 itu berlangsung sederhana, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua FKWB. Potongan tumpeng itu kemudian diserahkan kepada ketiga tokoh Brebes tersebut.

Hadir pula mupida, ketua pengadilan, dan ketua organisasi kewartawanan dari Kota Tegal/Kabupaten Tegal dan sekitar 70 wartawan. Bupati H Indra Kusuma menyerahkan bantuan polis asuransi Jasa Raharja Putra untuk anggota FKWB.(wh-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA