logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Februari 2006 PANTURA
Line

"Bapak Rajin Kirim SMS ..."

"PRITA, sudah dulu ya, Bapak mau tidur. Sudah malam, Prita juga tidur ya, besok sekolah". Itulah pesan terakhir melalui SMS yang dikirimkan Suharto kepada putrinya, Prita Amalia.

Pesan itu dikirimkan dari Seoul, Senin (6/2), pukul 21.45 waktu Korea Selatan. Bagi Prita, bapaknya - meskipun bekerja di luar negeri - selalu rajin berkomunikasi. Kalau tidak lewat SMS, langsung kontak lewat telepon. "Bapak selalu memperhatikan saya dan adik, Prisa. Komunikasi juga bapak lakukan dengan ibu maupun keluarga yang lain," ujar dia.

Dia tidak mengira kalau pesan melalui SMS yang dikirimkan bapaknya itu merupakan kali terakhir. Berita meninggal ayahnya itu semula tidak dia ketahui.

Pada Selasa sore dia dijemput oleh Sukimin, kakak bapaknya, dari tempat dia kos di Yogyakarta. Dia kuliah di Fakultas Hubungan Internasional (HI) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, semester tujuh.

Kontrak Selesai

"Saya terkejut ketika dijemput Pak Dhe dan diajak pulang ke Batang. Saya semula tidak diberitahu tentang nasib bapak. Yang penting, saya diajak pulang dulu ke rumah."

Sampai di Batang, dia baru mengetahui kalau ayahandanya telah berpulang dan jenazahnya masih berada di luar negeri. Selama ini bapaknya tidak pernah mengabarkan kalau sakit.

Sang bapak bahkan mengabarkan bahwa Maret mendatang dia ini akan menyelesaikan kontrak kerjanya dan pulang ke Tanah Air. "Bapak mengabarkan, Maret ini akan pulang ke Batang. Kontrak kerjanya dengan perusahaan elektronika selesai."

Selama berkomunikasi, Suharto juga menceritakan keadaan Korea Selatan. Berbagai kabar dan informasi dari Negeri Ginseng itu selalu diceritakan, termasuk soal cuaca di Seoul yang sekarang sedang musim salju."(Arif Suryoto-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA