| Jumat, 10 Februari 2006 | PANTURA |
Puskesmas Bendan Bakal Punya 55 Ruang Rawat InapPEKALONGAN - Puskesmas Bendan, Kota Pekalongan, akan dirombak untuk ditingkatkan menjadi "Puskesmas Plus". Gedungnya akan dibangun berlantai empat, dengan dana Rp 15 miliar, selama dua tahun. "Puskesmas ini harus bisa memiliki 55 ruang rawat inap," kata Wali Kota Pekalongan HM Basyir Ahmad, usai mengadakan rapat dengan Kepala Dinas Kesehatan dokter Dwi Hery Wibawa MKes, Kepala DPU Ir M Feizal, dan beberapa stafnya di ruang transit Setda, Kamis (9/2). Menurut Basyir, peningkatan fungsi Puskesmas Bendan itu harus dilakukan tahun ini juga, sebagai wujud dari upaya merealisasi visi dan misi bupati pada pilkada tahun lalu (meningkatkan pelayanan untuk masyarakat miskin). Dikatakan, di wilayahnya sudah ada RSUD Kraton. Namun, RS itu bukan milik pemkot, melainkan milik Kabupaten Pekalongan. Koordinasi pelayanan pasien dari Kota Pekalongan di RSUD tersebut dinilai kurang lancar, sehingga muncul keluhan dari para warga miskin. Pemkot Pekalongan pun bertekad meningkatkan status Puskesmas Bendan agar rakyat miskin nantinya bisa dilayani dengan baik di puskesmas tersebut. "Yang jelas, biaya perawatan di puskesmas lebih murah," katanya. Untuk membangun Puskesmas Bendan menjadi empat lantai diperlukan dana besar. "Terus terang, pemkot belum mampu membiayainya sendiri. Karena itu, akan dilakukan kerja sama dengan pihak ketiga. Biaya yang dibutuhkan diperkirakan 15 miliar dalam waktu dua tahun," tegasnya. Dokter Spesialis Mengenai usulan pihak tertentu agar pengembangan puskesmas itu memanfaatkan gedung Kantor Latihan Kerja (KLK) di Jalan Slamet, Basyir menyatakan tidak setuju. Alasannya, lokasi KLK itu berada di belakang stasiun KA. "Di mana-mana, lokasi di belakang stasiun biasanya kumuh dan jadi tempat esek-esek. Mana ada masyarakat yang datang untuk memeriksakan diri," katanya. Ditegaskan, untuk menyembuhkan pasien perlu faktor psikologis dan keyakinan akan sembuhnya penyakit yang diderita. "Bagaimana bisa sembuh, kalau pasien dirawat di tempat yang tidak menyenangkan," ujarnya. Makanya, dia merasa jalan terbaik adalah meningkatkan fungsi pelayanan Puskesmas Bendan dengan cara menambah ruang perawatan. Ketika pelayanan ditingkatkan, otomatis tenaga medis juga ditambah. Unuk sementara pihaknya akan minta bantuan tenaga medis dari RSUD Pekalongan atau RS swasta yang ada di Kota Pekalongan. Dan tidak menutup kemungkinan memanfaatkan dokter spesialis yang sudah pensiun. Dengan demikian, pemeriksaan pasien oleh tenaga ahli bisa dilakukan di Puskesmas Bendan.(A15-58) |