logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Februari 2006 PANTURA
Line

Minyak Tanah Menghilang

BATANG - Minyak tanah menghilang di beberapa tempat di Kabupaten Batang dalam beberapa hari belakangan ini. Akibatnya, pangkalan maupun pengecer dipadati orang-orang yang antre untuk membeli minyak.

Menurut beberapa pemilik pangkalan, Kamis (9/2), kelangkaan minyak tanah itu terjadi sejak akhir Januari lalu. Penyebabnya, jatah pasokan minyak tanah dari Pertamina kepada para agen dikurangi.

Semula, setiap pangkalan dalam satu minggu didrop tiga sampai empat mobil tanki berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Tanpa diketahui penyebabnya, mobil tanki pembawa minyak belakangan berkurang menjadi hanya dua mobil,

Imbasnya, minyak tanah untuk para pengecer pun berkurang. "Pada akhir Januari lalu kami hanya kedatangan dua truk tanki. Sekarang, tinggal satu," ujar Soetani, pemilik pangkalan di jalan Yos Sudarso, Batang.

"Karena jatah untuk pangkalan mengalami pengurangan, minyak tanah langsung habis dibeli para pengecer begitu truk tanki datang dan membongkar minyak," tambahnya.

Pengurangan jatah juga dialami Erika Salina, pemilik pangkalan minyak di Jl Brigjend Katamso. Dia mengatakan, jatah minyak tanah untuk pangkalannya dikurangi satu tanki setiap minggu.

Akibatnya, jatah minyak yang dia dapatkan habis hanya dalam satu hari.

Dalam beberapa hari terakhir ini, di halaman rumahnya tampak ratusan jerigen yang dijejer para para pengecer. "Sekarang pengecer maupun pembeli rumah tangga harus antre seperti krisis BBM menjelang kenaikan harga pada akhir September lalu," ujarnya.

Ada Penyimpangan

Harso Sabar, seorang pengemudi truk tanki minyak tanah, mengatakan sejak Januari lalu jatah minyak tanah yang dia antar ke pangkalan memamg dikurangi. Tadinya dia dan rekan-rekan dalam satu minggu mengantarkan minyak tanah ke pengecer tiga sampai empat kali dalam satu minggu.

"Sekarang tinggal dua sampai tiga kali saja. Pengurangan jatah minyak tanah dilakukan oleh Depo Pertamina Semarang. Pasokan ke tiap agen diturunkan," tambahnya.

Boni Ruswanto, seorang pengurus pangkalan, mengatakan pengurangan pasokan minyak tanah untuk Batang secara keseluruhan mencapai 47 tanki. "Jika satu tangki berisi 5.000 liter, maka dalam sebulan pasokan minyak tanah bagi masyarakat Kabupaten Batang berkurang 245.000 liter," katanya.

Kepala Kantor Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Batang Sukardi Paputungan menjelaskan, memang ada pengurangan pasokan minyak tanah. Semula pasokan untuk Batang 90.000 liter/hari. Namun, sejak Januari lalu pasokan dikurangi sembilan persen/hari.

Otomatis, jatah minyak tanah bagi agen, pangkalan, dan kemudian pengecer mengalami pengurangan. Dikatakan, Pertamina melakukan pengurangan pasokan, karena pernah menambah pasokan cukup banyak saat terjadi kelangkaan minyak, September tahun lalu.

Ketika kondisi normal setelah harga BBM dinaikkan pada awal Oktober 2005, pasokan pun berlebih. Buntutnya, seringkali truk tanki pembawa minyak tanah mengembalikan muatannya ke Pertamina.

Minyak yang dikembalikan itu dimasukkan sebagai cadangan. "Dan karena cadangan tersebut makin banyak, diputuskan untuk mengurangi pasokan minyak tanah ke tiap agen," jelas Sukardi.

Berdasarkan perhitungan, katanya, pengurangan jatah sembilan persen tidak mempunyai pengaruh apa-apa. Namun, kenyataannya minyak tanah langka. "Kami menduga ada penyimpangan pasokan. Jatah minyak tanah yang seharusnya untuk sektor rumah tangga dialihkan ke sektor lain," katanya.(ar-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA