logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Februari 2006 PANTURA
Line

Konser Dewa Berakhir Ricuh

TEGAL - Konser kali pertama grup musik Dewa di Kota Tegal, Rabu (8/2) malam, berakhir ricuh. Pasalnya, ribuan penonton di sekitar panggung tidak mengetahui konser telah berakhir pada 21.30, sehingga mereka kecewa berat.

Pada saat itu personel Dewa mundur dari panggung. Rupanya penonton tidak menyadari konser telah berakhir. Mereka kehilangan kesabaran. Sikap mereka yang semula tertib, mulai brutal.

Mereka melemparkan apa saja ke arah panggung. Beberapa benda seperti botol aqua yang diisi pasir, batu, sandal, bahkan kayu balok, beterbangan ke arah panggung.

Kustomo, petugas Satpol PP yang terlibat dalam pengamanan konser itu, menjadi korban. Warga Jalan Teuku Umar itu terkena lemparan balok di tempurung kepalanya.

Keributan itu terjadi tepat di depan tempat duduk rombongan Wali Kota Tegal yang ikut menyaksikan konser. Dalam situasi panik, Kustomo diselamatkan rekan-rekannya.

Karena lukanya cukup parah Kustomo dibawa ke RSU Kardinah. Dia mendapat tiga jahitan, sebelum diperbolehkan pulang.

Ribuan orang yang merangsek ring panggung nyaris merobohkan pagar pengaman. Untung, puluhan petugas gabungan Polresta Tegal yang dibantu Satpol PP dan petugas keamanan dari pihak panitia berhasil menahan gerak massa.

Massa yang emosional akhirnya hanya menumpuk di depan panggung, sambil melampiaskan kekesalan dengan terikan-teriakan.

Konsentrasi massa baru mulai berkurang sekitar satu jam kemudian. Penonton yang kebanyakan dari kalangan usia remaja, bergerak keluar dari arena konser di dalam kompleks PAI.

Terjadi penumpukan di ujung jalur keluar yang berseberangan dengan Jalan Yos Sudarso. Petugas gabungan Satlantas dan Samapta Polresta Tegal memecah konsentrasi masa. Penumpukan kendaraan dekat pintu keluar satu per satu diurai ke dua jalur.

Cegat Truk Sapi

Menginjak pukul 00.00, massa mulai menyebar ke beberapa titik kota dengan berjalan secara berkelompok. Mereka terlihat di perempatan Maya, alun-alun, perempatan Kejambon, terminal, dan sepanjang jalur pantura ke arah barat dan timur.

Mereka mencegat truk-truk atau mobil bak terbuka yang berhenti di perempatan bangjo untuk pulang ke rumah masing-masing. Beberapa di antaranya tidak segan naik truk muatan sapi atau truk bermuatan motor. Bahkan ada yang bergelantungan di sela-sela gandengan truk!

Situasi baru benar-benar reda sekitar pukul 01.00 (Kamis dini hari). Pada waktu itu hanya terlihat satu dua orang di kompleks PAI dan sejumlah titik dalam kota.

Kasatlantas AKP Dwi Agus Prianto mengatakan, lalu lintas sempat terganggu akibat pergerakan massa yang membubarkan diri. Meskipun demikian pihaknya tidak sampai mengalihkan rute kendaraan.

""Menurut pengalaman waktu konser Slank, pengalihkan kendaraan malah tidak efektif," ujar dia.

Agar tidak terjebak macet, beberapa kendaraan pribadi dari arah barat jalur pantura berbelok masuk ke Jalan DI Panjaitan dan Jalan Veteran. Sedangkan dari arah timur, sejumlah kendaraan berbelok lewat Jalan Perintis Kemerdekaan.

Kasat Samapta AKP Heryadi Noor SH menegaskan, kondisi kota dapat dikendalikan hingga konser selesai. Diakui, situasi agak panas pada akhir acara. Namun, emosi massa dapat dikendalikan hingga tidak terjadi kericuhan besar. (H16-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA