| Jumat, 10 Februari 2006 | NASIONAL |
Jangan Percaya Janji-janji
INGIN menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemprov Jateng, lepas dulu sepatu/sandal saat mendaftar. Ya, para pendaftar ujian harus mencopot sepatu atau sandal yang dikenakannya. Itulah, salah satu "persyaratan" tambahan yang harus dipenuhi ribuan pendaftar CPNS di kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng, kompleks Badan Diklat Srondol, Semarang. Namun, begitu Suara Merdeka diajak Kepala BKD Provinsi Jateng, Widadi SH, meninjau ruang pendaftaran, terjawab sudah, kenapa persyaratan tambahan itu muncul. Sengaja, panitia memanfaatkan ruang kebugaran/fitnes yang beralas karpet itu untuk tempat pendaftaran. Sedikitnya 10.000 pendaftar CPNS di lingkungan Pemprov Jateng diperkirakan mengikuti seleksi penerimaan pada 28 Februari 2006. Sampai pukul 11:00 hari terakhir, Kamis (9/2), pendaftaran di kompleks Badan Diklat Srondol telah tercatat 6.000 pendaftar dari umum dan 3.498 pendaftar dari tenaga honorer. "Kami memperkirakan pendaftarnya 10.000 orang lebih. Dibandingkan dengan 2004, berarti pada tahun ini pendaftar yang memenuhi persyaratan melonjak tajam," kata Kepala BKD, Widadi SH, di sela-sela pemantauan pendaftaran. Nomor Ujian Pendaftaran hari terakhir ditutup pada pukul 16:00; tapi untuk pembagian nomor ujian, panitia melayani sampai malam hari. Pendaftaran yang dimulai sejak 28 Januari lalu, itu puncaknya terjadi pada Selasa (7/2) lalu. Kepada para pendaftar yang telah memiliki kartu tes dan keluarganya, Widadi meminta supaya tidak mempercayai kata-kata siapa pun yang menjanjikan dapat lulus tes dengan syarat menyertakan sejumlah uang. "Kalau peserta tes dan keluarganya mempercayai itu, akan rugi sendiri. Bila ada yang menjanjikan, abaikan saja," tegas dia penuh harap. Apalagi janji-janji itu diberikan kepada pegawai honorer yang telah mendaftar. Menurut Widadi, janji-janji tersebut merupakan bentuk penipuan, karena dalam seleksi tersebut tidak dipungut sepeser uang pun oleh panitia. Menyinggung lokasi ujian, Widadi menjelaskan, direncanakan menempati GOR Satria, GOR Jatidiri, kompleks SMA 4 dan SMP 21, kompleks Badan Diklat, dan kampus Undip Pleburan. Pembagian lokasi ujian bisa diketahui sejak H-5 pelaksanaan ujian. Pada H-2, tempat ujian juga dapat dilihat di website www.bkdjateng.go.id atau www.jawatengah.go.id. Widadi menambahkan, pengamanan soal ujian dan lembar jawaban, dilakukan secara berlapis, baik menyangkut sistem maupun manusianya. Gubernur Jateng, H Mardiyanto, menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan seleksi CPNS di Jateng tersentral dan bekerja sama dengan lembaga pemerintah lain, yakni Universitas Diponegoro yang sudah berpengalaman.(Jamal Al Ashari-29a) | ||||