logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Februari 2006 NASIONAL
Line

BK DPR Periksa Empat Anggota BURT

JAKARTA - Badan Kehormatan (BK) DPR, kemarin memeriksa empat orang anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR berkait dengan studi banding ke Mesir.

Dalam pemanggilan itu, mereka ditanya seputar prosedur, pelaksanaan, serta hasil kunjungan tersebut. Keempat orang yang dipanggil itu adalah Rendhi A Lamadjido (FPDI-P), Soeharsojo (FPG), Abdullah Azwar Annas (FPKB), dan Djoko Edhi Soetjipto Abdurrahman (FPAN).

Sementara itu Rendhi, Soeharsojo, dan Anas, diperiksa secara bersamaan. Namun, Djoko yang mengaku terlambat diperiksa secara terpisah. Saat itu, Djoko hadir dengan didampingi staf ahlinya, Noorca M Massardi.

Sebelumnya, BK telah memanggil Ketua BURT, Roestanto Wahidi (FPD) dan Wakil Ketua BURT, Ebby Djauhari (FPG).

Ketua BK, Slamet Effendy Yusuf, menjelaskan, ada sejumlah pertanyaan yang diajukan kepada mereka. Khusus kepada Djoko Edhi, BK menanyakan tentang keanggotaannya di BURT serta studinya tentang Undang-Undang (UU) Perjudian.

"Kamis pekan depan, kami akan tuntaskan pemeriksaan kepada semua anggota BURT. Kami akan upayakan selesai," kata Slamet.

Namun demikian, Slamet enggan menjelaskan detail pertanyaan kepada keempat anggota BURT tersebut.

Tak Tahu Dipindah

Kepada wartawan, Djoko mengatakan dirinya ditanya soal keanggotaannya di BURT. Dia mengaku tidak tahu, kalau sudah dipindahkan dari BURT.

"Waktu itu saya tidak mengikuti rapat fraksi. Pergantian itu pada 6 Desember 2005, sedangkan izin keberangkatan, saya terima keesokan harinya, 7 Desember," tuturnya.

Djoko kembali menegaskan, hasil kunjungan ke Mesir tidak memuaskan.

"Kalau judulnya adalah studi komparatif, maka saya akan menggunakan metodologi penelitian yang jelas. Dan itu tidak terlihat dalam kunjungan ke Mesir. Parlemen Mesir saat itu belum terbentuk," ucap Djoko yang terlihat kusut.

Sementarara itu Soeharsojo mengatakan, studi banding ke Mesir sesuai dengan prosedur.

"Hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Adapun kunjungan yang hanya satu jam di Majelis Al Syaab (parlemen) Mesir, disebabkan oleh karena persoalan teknis gangguan pesawat," kata Soeharsojo tenang.

Dia menganggap masalah tersebut menjadi besar, karena ada rekannya (Djoko Edhi-Red) yang mengatakan tujuan ke Mesir untuk studi UU Perjudian. "Gara-gara pernyataan itu, kami mendapat kecaman dari masyarakat. Akibatnya, konsentrastasi kami menjadi buyar," ujarnya.

Seperti diberitakan, kunjungan BURT ke Mesir beberapa waktu lalu menjadi kontroversi. Hal itu terjadi karena tidak terbukanya BURT dan stafnya terhadap kunjungan ke Mesir yang menghabiskan dana sekitar Rp 760 juta tersebut. Akibatnya, sejumlah elemen masyarakat mengadukan anggota BURT itu ke BK.(sas-60a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA