| Jumat, 10 Februari 2006 | NASIONAL |
412 Haji Meninggal
BOYOLALI - Hingga Kamis (9/2) kemarin jumlah haji asal Indonesia yang meninggal di Tanah Suci mencapai 412 orang. Dari sembilan debarkasi Indonesia, jamaah asal Debarkasi Adisumarmo Solo yang meninggal dunia merupakan terbanyak, mencapai 79 orang. Adapun delapan debarkasi lainnya, dari data pada sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat), masih di bawah Solo. Di antaranya Debarkasi Jakarta Bekasi 76 haji, Surabaya 72, Jakarta Pondok Gede 42, Medan 36, Ujung Pandang 36, dan paling sedikit Debarkasi Aceh 12 orang. ''Padahal, dibandingkan dengan jumlah jamaah yang diberangkatkan, Solo bukan yang terbanyak, melainkan Surabaya,'' kata Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Adisumarmo H Akhmad Su'aedi SPd, Kamis (9/2). Banyaknya haji asal Debarkasi Adisumarmo yang meninggal di Tanah Suci, kata dia, disebabkan oleh banyaknya usia risiko tinggi, yakni mencapai 36% dari seluruh jamaah. Untuk tahun ini, jumlah haji asal Jateng dan DI Yogyakarta itu mencapai 27.975 orang, meliputi 25.058 dari Jateng dan 2.917 dari DI Yogyakarta. ''Selain banyaknya usia risiko tinggi, rendahnya suhu udara dan kelembaban di Tanah Suci menjadi penyebab tingginya kematian jamaah dari Debarkasi Solo.'' Penyebab kematian jamaah, didominasi gangguan pernapasan dan serangan jantung. ''Gangguan pernapasan mudah sekali menyerang, karena rendahnya suhu dan kelembaban di sana. Apalagi saat kondisi haji sedang menurun, akan mudah terkena.'' Hingga pemulangan kloter 75, jumlah haji asal Debarkasi Solo yang sudah tiba di Tanah Air mencapai 24.198 orang. (G13-14t) |