| Jumat, 10 Februari 2006 | INTERNASIONAL |
Diduga Ada Gas Syaraf Gedung Kongres GegerWASHINGTON - Kompleks gedung Senat Amerika Serikat di Capitol Hill, Washington geger Rabu malam lalu waktu setempat gara-gara diduga ada serangan gas syaraf. Sekitar 200 orang segera dievakuasi, termasuk beberapa orang senator. Namun, kekhawatiran itu tak terbukti. Hasil tes terhadap benda-benda mencurigakan menunjukkan tidak ada gas syaraf dalam gedung itu. Polisi mengatakan, tidak pula ditemukan seorang pun yang menunjukkan gejala terkena gas mematikan itu. Meski demikian, serangkaian tes laboratorium masih terus dilakukan. Orang-orang di gedung Kantor Russell. yang terletak di seberang jalan dari Capitol tempat Kongres bersidang, juga dievakuasi ketika alarm berbunyi. Tanda bahaya itu berbunyi kalau mengindikasi ada gas syaraf di tempat itu. ''Tes-tes yang kami lakukan pada awalnya mengindikasikan ada gas syaraf. Tes-tes berikutnya menunjukkan sebaliknya, yakni tidak ada gas syaraf,'' kata Sersan Kimberly Schneider dari Kepolisian Capitol. ''Tim pakar kami sedang memastikan material jenis apa gerangan yang mencurigakan itu,'' kata Schneider. Dua regu petugas dengan mengenakan baju antibahan beracun berjalan memasuki gedung untuk melakukan pemeriksaan. Eileen McMenamin, juru bicara Senator John McCain mengatakan kepada CNN, polisi sudah mempersiapkan peralatan untuk merawat korban-korban gas syaraf. Dia mengatakan, sejauh ini tidak ada seorang pun dari 200 orang yang dievakuasi menunjukkan gejala-gejala terkena gas syaraf. Mereka dievakuasi ke garasi Senat untuk perlindungan darurat. Tanda Bahaya Schneider mengatakan, bahan-bahan kimia bahkan seperti pupuk sekali pun memang bisa membuat alarm tanda bahaya berbunyi untuk memperingatkan adanya bahan kimia di dalam gedung. ''Temuan di lapangan akan lebih akurat. Alarm itu berunyi untuk memperingatkan kemungkinan adanya gas syaraf yang tidak berada dalam bungkusan,'' kata dia. (rtr-gn-25) |