logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Februari 2006 INTERNASIONAL
Line

Bom pada Perayaan Asyura di Pakistan, 23 Tewas

USTARZAI - Serangan bom bunuh diri terjadi di Pakistan baratlaut saat kaum muslim Syiah memperingati hari Asyura, Kamis kemarin. Peledakan bom itu menyulut konflik sektarian di wilayah tersebut.

Pejabat setempat mengatakan, paling tidak 23 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam insiden itu. Kepala Kepolisian Kota Hangu Ayub Khan mengatakan, aksi pengeboman itu mengincar ratusan orang yang mengunjungi pasar tak lama setelah mereka keluar dari masjid besar Syiah di Hangu.

Pengeboman itu menyulut konflik sektarian di kota tersebut. Hangu terletak sekitar 200 kilometer sebelah baratdaya Islamabad (ibu kota Pakistan). Kaum Syiah membalas serangan bom itu dengan membakar toko-toko dan mobil-mobil. Mereka kemudian terlibat bentrokan dengan polisi.

Pasukan Angkatan Darat Pakistan dikerahkan untuk memulihkan ketertiban. Jam malam diberlakukan.

Ghani ur-Rehman, pejabat kota itu, mengatakan 23 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 50 lainnya luka-luka. Dia mengatakan lebih dari 60 persen pasar kota itu terbakar akibat kerusuhan menyusul serangan bom tersebut.

Kontak Senjata

Seorang pejabat keamanan, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan sebagian orang tewas dalam kontak senjata antara muslim Syiah dan Suni, setelah pengeboman. Hasil penyidikan awal menunjukkan bahwa serangan itu merupakan bom bunuh diri.

Pengeboman itu terjadi pada puncak perayaan Asyura. Hari Asyura diperingati untuk mengenang kematian Imam Hussein (cucu Nabi Muhammad SAW) pada abad ketujuh.

Kematian Hussein itu menimbulkan sengketa antara muslim Syiah dan Suni mengenai siapa yang seharusnya menggantikan nabi sebagai pemimpin umat.

Pengamanan diperketat selama perayaan Asyura, karena peringatan itu diwarnai kekerasan dalam beberapa tahun terakhir. Muslim Suni merupakan mayoritas di Pakistan.

Muslim Suni Pakistan disebut-sebut sebagai pelaku serangan selama perayaan Asyura beberapa tahun terakhir.

Serangan pengeboman kemarin, polisi menambah blokade di sejumlah ruas jalan Hangu. Seorang wartawan Associated Press dilarang keluar dari Kota Ustarzai, 24 kilometer dari Hangu. Bahkan tiga mobil ambulans tak diizinkan oleh polisi ke tempat kejadian.

Mir Faisal, pejabat pemerintahan Hangu, mengatakan asap membubung dari kawasan pasar yang dibakar massa. Dia mendengar suara tembakan. Tentara telah tiba di lokasi kejadian. Namun, para pejabat tidak berani keluar gedung karena situasi masih berbahaya.

Wali Kota Hangu Ghani Ur-Rahman mengatakan situasi telah terkendali menjelang sore. Dia menjelaskan, para pemimpin Suni dan Syiah ikut menenangkan massa.

Para ulama dari kedua mahzab itu menggunakan pengeras suara masjid untuk mengimbau pengikut mereka tidak melakukan kekerasan. Banyak pihak khawatir, kerusuhan itu menjalar ke wilayah lain. Perayaan Asyura dilakukan di seluruh wilayah Pakistan.

Ulama terkenal Syiah Allama Mehdi Najfi mengatakan kepada AP: ''Serangan itu menyulut kemarahan penganut Syiah di seluruh negeri ini. Namun saya mengimbau mereka untuk tidak bentrok dengan penganut mahzab lain.''

Menteri Penerangan Syekh Rashid Ahmed mengutuk serangan bom itu. ''Itu jelas konspirasi untuk menyulut bentrokan antara Suni dan Syiah. Siapa pun yang melakukan pengeboman itu adalah teroris,'' kata dia.

Para pejabat tinggi Provinsi North West Frontier mengadakan rapat darurat di Kota Peshawar untuk membahas situasi terakhir. Seorang pejabat menyatakan, pemerintah akan memberikan dana santunan sekitar 1.500 dolar AS kepada masing-masing keluarga korban tewas.

Konflik sektarian melanda Pakistan selama beberapa tahun terakhir. Maret lalu, 46 jamaah tewas dalam serangan bom di sebuah tempat suci Syiah di Kota Fatehpur.

Maret 2004, militan Suni meledakkan diri di Quetta saat kaum Syiah merayakan Asyura. Sebanyak 44 orang tewas dalam peledakan bom itu.(ap-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA