logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Februari 2006 BUDAYA
Line

Kembalinya sang Diva

DIVA pop Mariah Carey membawa pulang tiga penghargaan dari ajang Grammy Award ke-48, kemarin. Kemenangan itu menyempurnakan kesuksesannya selama setahun terakhir,setelah karier musiknya nyaris berantakan empat tahun lalu.

Dalam blantika musik Amerika Serkat, jarang sekali ada bintang yang mengalami kesuksesan dan kegagalan seekstrem Carey. Pada 1990-an, dia dianggap sebagai penyanyi solo wanita paling sukses di Amerika. Album-albumnya telah terjual lebih dari 110 juta keping dalam waktu sepuluh tahun.

Namun pada awal milenium baru, dia menderita depresi mental. Albumnya saat itu gagal di pasaran. Upayanya menembus dunia seni peran malah menuai kecaman. Puncaknya, dia bersengketa dengan perusahaan rekamannya, Sony Music.

Sebagian besar artis yang mengalami kegagalan seperti itu tak bisa memulihkan kariernya. Namun tidak demikian dengan Carey. Penyanyi kelahiran 27 Maret 1970 itu terus berjuang untuk kembali ke puncak kejayaan.

Album yang terakhir, Emancipation of Mimi, dinyatakan sebagai album terlaris di Amerika Serikat. Sampai akhir tahun lalu, album itu telah terjual sekitar enam juta keping. Kemudian, dia meraih tiga penghargaan Grammy tahun ini, setelah diunggulkan dalam delapan nominasi.

Para pemenang Grammy Award dipilih oleh sekitar 12.000 anggota Recording Academy. Recording Academy adalah asosiasi yang menaungi insan musik Amerika Serikat.

Selama ini ada kecenderungan, pemilihan itu dipengaruhi oleh kesuksesan pemasaran album yang bersangkutan. Faktor pengaruh lainnya adalah riwayat personal sang artis.

Faktor Simpati

Tahun lalu, misalnya, mendiang Ray Charles memenangi delapan penghargaan Grammy melalui album terakhirnya, Genius Loves Company. Sebagian pengamat menilai, kemenangan itu lebih mirip dengan penghargaan anumerta atas dedikasi Ray Charles di bidang musik.

Kemenangan Carey kali ini juga sudah diprediksi banyak pengamat. Perjuangan Carey untuk bangkit dari keterpurukan jelas mengundang simpati banyak insan musik Amerika.

Kisah personal Carey mirip dengan cerita Cinderella yang menuai kebahagiaan setelah mengalami kesengsaraan panjang. Faktor simpati itulah yang dinilai memberikan kontribusi besar bagi kemenangan Carey tahun ini. Terlebih lagi, angka penjualan Emancipation of Mimi sangat fantantis.

Karier musik Carey dimulai ketika demo kasetnya didengar oleh direktur Sony Music AS, Tommy Mottola. Lantaran terkesan oleh tarikan vokalnya, Tommy Mottola langsung menyodorkan kontrak rekaman.

Maka muncullah single perdana Carey, ''Vision of Love''. Lagu segera menjadi hit pada 1990. Saat itu, Carey berusia 20 tahun. Kesuksesan kemudian begitu mudah menghampiri putri penyanyi opera Broadway itu.

Pada 1991, dia memenangi Grammy pertama untuk katagori artis pendatang baru dan penampilan vokal pop wanita terbaik. Selama 1990-an, Carey memang menapaki puncak karirnya yang pertama di dunia musik.

Selama periode itu, dia telah menghasilkan tujuh album. Eloknya, seluruh album itu menuai sukses penjualan. Bahkan, album Music Box (1993) dan Daydream (1995) masing-masing terjual lebih dari 10 juta keping di Amerika Serikat.

Pada 1993, dia menikah dengan Mottola. Namun mereka bercerai lima tahun kemudian. Pada saat yang sama, hubungan Carey dengan Sony Music memburuk. Carey kemudian pindah ke perusahaan rekaman EMI pada 2001.

Album pertamanya yang dirilis EMI adalah Charmbracelet. Namun album itu disambut dingin oleh pasar. Kendati demikian, album selanjutnya, The Emancipation of Mimi, berhasil mengangkat kembali citra Carey. Album itu telah membebaskannya dari sederet kegagalan yang menyakitkan. (Benu, dari berbagai sumber-45)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA