logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 08 Februari 2006 SALA
Line

Demo Pemuatan Karikatur Nabi Muhammad

Bakar Boneka, Serukan Boikot Produk Denmark

PABELAN - Demo menentang pemuatan karikatur Nabi Muhammad di sebuah media massa Denmark, merembet ke Surakarta, Selasa (7/2).

Sekitar seratus orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Muslim UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta) - STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) menggelar aksi menuntut pemimpin negara itu meminta maaf atas penyebarluasan karikatur yang dinilai menghina umat Islam. Mereka juga menyerukan pemboikotan produk-produk negera tersebut.

"Kami akan terus menuntut negara-negara barat, terutama Denmark, untuk minta maaf kepada umat Islam yang dilecehkan dengan karikatur Nabi Muhammad serta meminta pemerintah memboikot produk-produk Denmark," teriak kordinator aksi, Indrayanto disambut takbir "Allahu Akbar" para pendemo.

Memulai aksi sekitar pukul 14.00 di jalan depan gerbang utama Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di kawasan Pabelan, mereka membentangkan berbagai poster dan spanduk. Di antaranya bertuliskan "Putus hubungan Denmark", "Nabi Muhammad manusia yang mulia", "Prophet Muhammad is not joke to laugh" dan "Denmark = negara tak beragama".

Bendera masing-masing organisasi mahasiswa yang turut demo, seperti KAMMI UMS dan STAIN, dikibar-kibarkan. Sementara itu, sebuah boneka orang-orangan dibalut kaus dan celana lusuh juga diusung. Di bagian dada ditempeli kertas yang menggambarkan bendera Denmark, sedangkan di bagian kepala tercantum tulisan "Biang Kerok". Menurut humas aksi Ahmad Sutrismi Ahid, boneka tersebut merupakan simbol Perdana Menteri Denmark, Fogh Rasmussen.

"Fogh Rasmussen yang negaranya sebagai pelopor penyebaran karikatur Nabi Muhammad, sangat angkuh karena sebelumnya tidak mau minta maaf kepada umat Islam," tegasnya.

Median Jalan

Diselingi takbir dan yel-yel "Denmark teroris", para mahasiswa bergantian berorasi. Selang beberapa saat, mereka bergerak sekitar seratus meter menuju pertigaan Jalan Ahmad Yani, Pabelan. Menempatkan diri berjajar di marka median jalan, para pendemo menyerukan kepada masyarakat muslim agar mengutuk penyebaran visualisasi Nabi Muhammad. Sejumlah polisi berjaga-jaga dan mengatur lalu lintas jalan utama Solo-Semarang itu.

"Negara sekuler Denmark telah menghina Rasul kita dalam bentuk karikatur. Maka wajar kalau kita umat Islam marah atas tindakan itu," kata seorang pendemo melalui pengeras suara.

Selebaran seruan yang diintinya mengajak masyarakat muslim bersatu menghadapi konspirasi negara barat disebarkan kepada pemakai jalan. Mereka menandaskan bahwa kebebasan pers bukan berarti juga bebas melecehkan suatu agama.

Puas menyuarakan tuntutan di tengah jalan, peserta aksi kemudian menepi dan berdiri melingkar di sekitar pertigaan itu. Sebelum mengakhiri aksi, mereka berkali-kali meneriakkan takbir, lalu membakar boneka yang disebut sebagai simbol Perdana Menteri Denmark. (D11-42v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA